Pecat ASN Mantan Napi

86 ASN Mantan Narapidana Harus Dipecat, Kanreg BKN Manado: Ada Pembiaran dari Pimpinan Daerah

Sebanyak 86 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawesi Utara bakal dipecat karena berstatus mantan narapidana.

86 ASN Mantan Narapidana Harus Dipecat, Kanreg BKN Manado: Ada Pembiaran dari Pimpinan Daerah
Internet
Ilustrasi ASN 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sebanyak 86 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sulawesi Utara bakal dipecat karena berstatus mantan narapidana.

Jumlah tersebut bahkan diprediksi akan bertambah, sehingga pihak kantor Regional Badan Kepegawaian Negara (BKN) Manado terus mendata ASN yang menjadi mantan napi.

Sesuai data BKN, Kabupaten Kepulauan Talaud menjadi yang tertinggi mengoleksi ASN mantan napi sebanyak 13 orang. Disusul Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebanyak 12 orang.

Kabupaten Minahasa Selatan 9 ASN, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 8 ASN, Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado masing-masing 7 ASN, Kabupaten Minahasa Tenggara 6 ASN dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan 5 ASN.

Kota Tomohon dan Minahasa Utara masing-masing 4 ASN. Kabupaten Sangihe, Bolmong dan Minahasa masing-masing 3 ASN

Kota Kotamobagu dan Kabupaten Sitaro terendah masing-masing 1 kasus. Hanya kota Bitung yang tanpa ASN mantan narapidana korupsi.

Namun tampaknya pemerintah hingga kini enggan untuk memberhentikan tidak hormat para ASN tersebut. Bahkan ada kepala daerah masih memberikan posisi strategis kepada mantan narapidana.

BKN regional Manado pun getol mendesak pemda agar melaksanakan perintah undang-undang. Mereka telah menyebarluaskan surat terkait imbauan pemecatan.

Namun kuncinya tetap pada kepala daerah sebagai pembina kepegawaian di daerah.

Tal sedikit pun ASN datang ke kantor BKN untuk memohon tak dipecat. Mereka beralasan hilangnya mata pencaharian untuk membiayai keluarga. 

Sayangnya, keengganan kepala daerah memecat ASN mantan napi agar menolong mereka. Justru akan menjerumuskan para ASN tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved