Taufik Tumbelaka Bahas Isu Daerah Dengan Staff Khusus Presiden RI

Staff Khusus Presiden RI, Dr. Ari Dwipayana dan Taufik Tumbelaka ikut membahas beberapa isu daerah Sulawesi Utara

Taufik Tumbelaka Bahas Isu Daerah Dengan Staff Khusus Presiden RI
Ist
Perwakilan Tumbelaka Focus Sultara (TFS) Taufik Tumbelaka dan Staff Khusus Presiden RI, Dr. Ari Dwipayana 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ketika bertemu dengan Staff Khusus Presiden RI, Dr. Ari Dwipayana, Taufik Tumbelaka perwakilan dari perwakilan Tumbelaka Focus Sultara (TFS), ikut membahas beberapa isu daerah Sulawesi Utara.

Hal diungkapkan oleh salah alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut ketika dihubungi Tribun Manado, Kamis (11/1) siang tadi.

Menurut Taufik, isu-isu lokal yang berskala Nasional patut dilempar ke ranah diskusi yang bisa memberi hasil positif bagi kemajuan pembangunan di Sulut.

"Salah satu isu yang kami bahas adalah pembangunan gedung Wisma Negara dengan corak ragam NKRI di pulau utara Indonesia, yakni Pulau Miangas di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara," kata dia.

Ia menambahkan, Gedung ini bisa digunakan untuk berbagai kegiatan baik berskala regional, nasional maupun internasional.

"Zona nusa utara juga harus lebih diperhatikan, karena sebagai pertimbangan geo-politiknya, ucapnya.

Anak Gubernur pertama Sulawesi Utara ini menambahkan, dalam diskusi tersebut dirinya mengusulkan agar dibangun potensi wisata di wilayah Kepulauan Sangihe dan potensi ekonomi lokal Sitaro dengan trademark produk Pala yang dikenal luas sebagai produk unggulan kualitas nomor satu di dunia.

“Termasuk di dalamnya, bagaimana peningkatan dan kemudahan sistem fasilitas transportasi di – dari – dan ke ‘zona’ Nusa Utara sebagai wilayah maritim layaknya sang bidadari cantik yang patut dipoles dan dihiasi serta mendapat perhatian,” ucapnya.

Pertemuan empat mata tersebut, Taufik juga menyempatkan diri membahas percepatan pembangunan jalan tol Manado-Bitung dan kendala lapangannya serta masalah kebijakan Nasional di bidang perikanan yang berdampak negatif untuk Kota Bitung.

Adapun Lembaga Studi Tumbelaka Fokus Sultara (TFS) terdiri dari Franky Yulianto Mugama sebagai Penasehat dan Tim Kerja adalah Taufik M Tumbelaka, Ferry Assah dan Nancy Onibala.

Penulis: Nielton Durado
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help