TribunManado/

Pembangunan TPA Sampah Tiga Kali Ditunda, Kadis PU Boltim: Lahan Harus Disesuaikan RTRW

Pembangunan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Bolaang Mongondow Timur, telah tiga kali dilakukan penundaan.

Pembangunan TPA Sampah Tiga Kali Ditunda, Kadis PU Boltim: Lahan Harus Disesuaikan RTRW
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Sahrul Abdul Muis 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Pembangunan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Bolaang Mongondow Timur, telah tiga kali dilakukan penundaan.

Pada hal pembangunan TPA, telah disiapkan sejak 2015, 2016 dan 2017. Namun ada kendala yang dihadapi pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, yakni pembebasan lahan sesuai RT/RW.

Kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Sahrul Abdul Muis mengatakan, pembangunan TPA sebenarnya akan dilaksanakan, penundaan pekerjaan disebabkan pembebasan lahan. Anggarannya sudah ada di Kementrian sebesar Rp14 miliyar.

"Memang waktu lalu, jika persyaratan sudah selesai, kemungkinan tahun ini akan bangun, namun pemilik lahan memberi harga tinggi tak sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) serta kesesuaian tata ruang tidak memungkinkan, karena dekat pemukiman," ujar Sahrul Muis, Kamis (11/1/2017).

Lanjut dia, lokasi pembangunan TPA yang dicantumkan di RT/RW, harus dirubah dari Dodap Mikasa ke Ibanton. Maka Pemkab Boltim, DPRD serta masyarakat perlu melaksanakan penyesuaian RT/RW.

Kepala Kabid Tata ruang Steven Wuisan mengatakan, proses revisi RT/RW akan dilaksanakan tahun ini. Sebab pembentukannya sejak 2013 berakhir 2018.

Revisi RT/RW sudah dimulai proses dengan melakukan Peninjawan Kembali (PK) di dalamnya terdapat kegiatan pengkajian, evaluasi dan penilaian.

"Jika ketiga hal ini sudah dilakukan, maka tahun 2018 revisi RT/RW akan sampai pada tahap Ramperda," ujar Steven.

Tambahnya, untuk kegitaan lain tidak ada revisi, akan berjalan seperti biasanya, sedangkan harus direvisi. Maka perlu menunggu Perda RT/RW. 

Penulis: Vendi Lera
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help