Jadi Kecamatan Paling Miskin di Bolmong, Yasti Sesalkan Warga Lolak Kurang Proaktif

Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow menyesalkan masyarakat di Lolak belum pro aktif dalam berbagai kegiatan.

Jadi Kecamatan Paling Miskin di Bolmong, Yasti Sesalkan Warga Lolak Kurang Proaktif
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow menyesalkan masyarakat di Lolak belum pro aktif dalam berbagai kegiatan maupun program Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow. Padahal kecamatan ini termiskin di kabupaten ini.

Tidal proaktifnya masyarakat di Lolak berdampak pada minimnya program masuk di ibukota kabupaten ini. Semisal program padat karya 2018 ini yang akan berpusat di sejumlah wilayah di Dumoga Raya.

"Karena masyarakat di beberapa kecamatan ini proaktif. Sementara di Lolak, kecamatan termiskin namun masyarakatnya kurang pro aktif. Capaian pajak kurang dari 50 persen. Saya harap camat yang baru bisa meningkatkan ini," ujarnya saat pertemuan dengan perangkat daerah beberapa waktu lalu.

Bupati dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk punya pekerjaan rumah bagaimana membuat wajah ibukota kabupaten ini jadi lebih layak. Baik pembangunan fisik maupun non fisik.

Program fisik, satu di antaranya pembenahan pusat Kota Lolak yang rencananya berjalan tahun 2018 ini. Program ekonomi, pendidikan, kesehatan pun telah masuk dalam RMJMD sesuai visi misi mereka.

Data BPS Bolmong menyebutkan tahun 2012 ada 17.110 jiwa masyarakat miskin di Bolmong. Tahun 2013 naik menjadi 20.200 jiwa. Tahun 2014 ada 19.800 jiwa da tahun 2015 ada 20.040 ribu jiwa.

Data penyaluran beras miskin juga menunjukkan kecamatan termiskin ada di Lolak. Tahun 2016 rumah tangga penerima beras miskin terbanyak ada di Lolak dengan angka 2.360 rumah tangga. Menyusul Dumoga Timur 1.839, Lolayan 1.781, Dumoga 1.762.

Tahun 2017 meski ada penurunan sepuluh persen rumah tangga pra sejahtera di Bolmong, Lolak masih menempati urutan pertama yakni 2.028 rumah tangga. Menyusul Dumoga Barat 1.990, Dumoga Timur 1.796, Lolayan 1.690.

Sejumlah warga Lolak saat diwawancara berharap nanti ada pembangunan fisik maupun non fisik yang bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat. Imran, salah seorang warga mengaku tak tahu jika Lolak paling miskin.

"Tak tahu saya. Tapi di Lolak ini rata-rata nelayan atau petani penggarap pekerjaannya. Ada juga yang beralih ke bentor. Yah saya pribadi berharap Lolak sebagai ibukota akan lebih baik," ujarnya.

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help