Fakta Menarik Seputar Pilkada Minahasa 2018

Hingga batas akhir pendaftaran Pilkada Minahasa pada Rabu (10/11/2017), hanya dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati

Fakta Menarik Seputar Pilkada Minahasa 2018
Kolase Tribun Manado
Roy Roring- Robby Dondokambey dan Ivan Sarundajang-Careig N Runtu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Hingga batas akhir pendaftaran Pilkada Minahasa pada Rabu (10/11/2017), hanya dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar ke KPUD Minahasa.

Mereka adalah pasangan Roy Roring- Robby Dondokambey dan Ivan Sarundajang - Careig N Runtu.

Pemilihan di Minahasa dinilai selalu menjadi yang paling menarik di Sulawesi Utara.

Pilkada Minahasa selalu menimbulkan intrik-intrik yang menghasilkan kejutan.

Sehingga pesta demokrasi di tanah Toar-Lumimuut ini selalu dinanti publik Sulawesi Utara.

Kejutan yang terbaru yakni sang petahana Bupati Jantje Wowiling Sajow  tak mendapatkan dukungan dari parpol politik.

Dia bahkan didepak partainya sendiri yakni PDIP.

Berikut fakta menarik seputar Pilkada Minahasa 2018.

1. Tanpa Petanaha Bupati

Pilkada Minahasa 2018 menarik karena tanpa keikutsertaan petahana Bupati Jantje Wowiling Sajow yang tak mendapatkan dukungan partai politik untuk maju di periode kedua.

JWS yang menjabat Ketua DPC PDIP Minahasa ini justru ditinggalkan partainya dan parpol lainnya.

JWS terpaksa harus rela mendaftarkan pasangan Roy Roring dan Robby Dondokambey ke KPU Minahasa.

Banyak pendukung JWS pun kecewa terhadap partai berlambang banteng muncong putih tersebut.

Mereka mempertanyakan keputusan PDIP yang harusnya mengusung JWS karena menang dalam sejumlah survei. 

Tak hanya PDIP, sejumlah partai politik yang memiliki kursi di DPRD Minahasa pun ramai-ramai memilih tak mengusung JWS.

Kendati tergolong baru 5 tahun terakhir di PDIP, namun loyalitas JWS tak bisa diragukan lagi.

Tak hanya memberikan kemenangan PDIP disetiap ajang pemilihan dalam 5 tahun terakhir di Minahasa.

Namun JWS pun hanya mendaftarkan diri sebagai calon bupati ke partai besutan Megawati Soekarno putri tersebut. Dia tak memilih pertai lain.

2. Peta dukungan

Pasangan Roy Roring- Robby Dondokambey disung oleh 3 parta politik. Menariknya Partai Gerindra (5 kursi) Minahasa bergabung mengusung pasangan ini bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (11 kursi) dan Partai Hanur (1 kursi)  dan Partai Demokrat (5 kursi). Total 22 Kursi.

Sementara pasangan Ivan Sarundajang - Careig N Runtu didukung koalisi 3 parpol yakni Golkar (9 kursi), Partai Nasdem (3 kursi) dan PKPI (1 Kursi)

3. Pertarungan Tua dan Muda.

Pertarungan dua pasangan di Pilkada Minahasa akan menarik bagi pendukung pasangan kedua calon tersebut. Pasangan Ivansa-Careig lebih muda dari segi usia dari pasangan RR-RD.

Pertarungan tua dan muda ini bakal menarik, kemenangan tergantung strategi tim pemenangan setiap calon.

4. Pertarungan Tokoh Pendukung

Kedua pasangan memiliki hubungan emosional dan biologis dengan sejumlah tokoh penting di Sulawesi Utara.

Ivan Sarundajang merupakan anak sulung mantan Gubernur Sulut 2 periode, Sinyo Harry Sarundajang.  Careig N Runtu adalah anak Bupati Minahasa 2 periode, Vreeky Runtu yang juga mantan Ketua DPD Golkar Sulut.

Pasangan Ivansa- Careig mendapat dukungan ketua Golkar Sulut Tetty Paruntu.

Sedangkan Robby Dondokambey merupakan kakak kandung Gubernur Sulut Olly Dondokambey, yang juga bendahara umum DPP PDIP.

Roy Roring tak memiliki hubungan biologis dengan para tokoh tersebut. Namun pemilihan ini bisa jadi ajang balas dendamnya atas kekalahan dari Vreeke Runtu dalam Pilkada 10 tahun silam. Saat ini Roy berstatus ASN pemprov Sulut.

Pasangan RR-RD mendapat sokongan ketua Gerindra Sulut Vonny Anneke Panambunan dan Ketua Partai Demokrat Sulut Vicky Lumentut.

5. Petarungan Kader PDIP

Empat calon yang maju di Pilkada Minahasa, 3 diantaranya kader PDIP. Ivansa dan Robby merupakan kader PDIP. Kendati berstatus ASN namun Roy Roring dianggap kader PDIP.

Roy pernah diusung PDIP di Pilkada Minahasa 2008 silam. Dia dipasangkan dengan Steven Kandouw yang kini menjabat Gubernur. 

Hanya, Careig N Runtu yang merupakan kader Partai Golkar

6. Dilema Sang Kakak

Tak hanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengalami dilema dalam Pilkada.

Anggota DPR RI Eva Sarundajang pun harus menghadapi dilema. Kader PDIP ini harus memilih mendukung calon diusung partainya atau memilih sang Kakak, Ivan Sarundajang yang menjadi calon bupati dari partai Golkar.

Eva sudah menetapkan pilihan. Ia tak akan mendukung kakaknya, demi mendukung pilihan partainya.

"Kehadiran saya di sini (KPU) sudah menunjukkan sikap saya," ujar Eva Sarundajang ketika ditemui di KPU Minahasa mengantar pendaftaran pasangan R3D, Rabu (10/1/2018).

Eva mengatakan kalau ditunjuk sebagai tim pemenangan ia siap menjalankan tugas yang diembankan Partai

Meski tak mendukung kakak kandungnya, kata Eva hal ini tak menjadi persoalan di dalam keluarga, karenanya Kakaknya pun sudah memahami.

Vanda pun menggunggah sebuah statusnya di media sosial. 

"Kepada seluruh kader terbaik PDI Perjuangan yang mendapat penugasan partai utk mengikut Pilkada Serentak tahun 2018 ini.

Selamat Berjuang dan meraih kemenangan! Tetaplah setia pada jalan kerakyatan dan terus berjuang demi kesejahteraan rakyat. Kepada Pak Roy Roring dan Pak Robby Dondokambey (ROR-RD), selamat atas kepercayaan partai untuk Pilkada Minahasa dan selamat berjuang utk kebesaran Partai di Tanah Minahasa."

Secara khusus, for a very dear friend of mine, Mbak Puti Guntur Soekarno, banyak selamat atas penugasan mendamping Gus Ipul sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Timur. Tetap selalu tulus dan rendah hati.

I'm officially proud of you. When God closes one door, He opens up another. Last but not least, my big bro, Ivan Sarundajang Ivan Sarundajang Full, selamat berjuang to you, too. My prayer is always with you! ,"

Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved