Harga Minyak Meroket, Begini Penyebabnya

Harga minyak mentah kembali melaju ke titik tertinggi. Pada Selasa (9/1) pukul 7.11 WIB, harga minyak west texas intemediate (WTI).

Harga Minyak Meroket, Begini Penyebabnya
Financial tribune
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Harga minyak mentah kembali melaju ke titik tertinggi. Pada Selasa (9/1) pukul 7.11 WIB, harga minyak west texas intemediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2018 di New York Mercantile Exchange naik ke level US$ 62,19 per barel.

Harga minyak WTI ini naik 0,74% jika dibandingkan dengan harga penutupan kemarin pada US$ 61,73 per barel. Harga minyak naik dalam dua hari terakhir.

Kekhawatiran politik di beberapa negara anggota OPEC mengimbangi kenaikan produksi minyak mentah Amerika Serikat. "Demonstrasi di Iran serta penangkapan sejumlah pangeran Arab Saudi menimbulkan kekhawatiran geopolitik," kata Abhishek Kumar, senior energy analyst Interfax Energys Global Gas Analytics kepada Reuters.

Di sisi lain, kenaikan produksi minyak AS di tengah perbaikan harga minyak bisa menjadi sentimen negatif. AS diperkirakan bisa mencapai produksi 10 juta barel minyak per hari dalam jangka pendek. Jika angka ini tembus, AS akan menjadi produsen terbesar ketiga setelah Rusia dan Arab.

"Harga minyak mengantisipasi kenaikan produksi shale oil AS," kata Ric Spooner, chief market analyst CMC Markets.

Hal ini tentu bisa menekan harga minyak. Tapi, untuk jangka pendek, harga masih diuntungkan penurunan jumlah rig yang beroperasi di AS. Menurut data Baker Hughes, jumlah rig yang beroperasi di AS berkurang lima menjadi 742. *

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help