Pilkada Kotamobagu - Pakai Serba Hitam, Djelantik Sebut Golkar Berduka

Kemeriahan pendaftaran bakal pasangan calon walikota dan walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan

Pilkada Kotamobagu - Pakai Serba Hitam, Djelantik Sebut Golkar Berduka
CHRISTIANWAYONGKERE
Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kotamobagu Djelantik Mokodompit didampingi Sekretaris Sudirman Mamonto menanda tangani surat dukungan dari partai pengusung kepada bakal pasangan calon wali kota dan wakil walikota Kotamobatu Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan di aula KPU, Senin (8/1). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU-Kemeriahan pendaftaran bakal pasangan calon walikota dan walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara dan Nayodo Koerniawan di aula KPU Kotamobagu tiba-tiba berubah menjadi hening sejenak, Senin (8/1).

Kehadiran sosok yang disebut-sebut bakal menjadi rival Tatong penyebabnya, Djelantik Mokodompit ketua DPD II Partai Golkar Kotamobagu tiba saat proses pendaftaran bakal pasangan calon tengah dalam proses verifikasi oleh bagian teknis terhadap penyerahan berkas dukungan partai kepada KPU Kotamobagu dari bakal pasangan calon.

Menggenakan busana serba hitam-hitam mulai dari topi hingga kemeja papa Raski sapaan Djelantik hadir bersama sekretaris partai Sudirman Mamonto yang ikut kenakkan pakaian serba hitam, ketua fraksi partai Golkar DPRD Kotamobagu Herdy Korompot pakai kemeja Golkar warna kuning serta sejumlah anggota DPRD. "Dimana tempatnya," ucap Djelantik begitu tiba di aula KPU Kotamobagu, Senin (8/1).

Rombongan Djelantik sempat disoraki dan mendapat tepuk tangan dari pendudukung Tatong Nayodo, setibanya di aula KPU tempat pelaksanaan pendaftaran bakal pasangan calon Tatong dan Nayodo langsung menghampiri Djelantik Cs. Suasana semakin hining ketika Tatong menyalami kemudian berciuman pipih dengan Djelantik. Ini diikuti oleh pasangannya Nayodo kepada rombongan Djelantik.

Wakil ketua DPRD Kota Kotamobagu tersebut langsung diarahkan menuju meja tempat verifikasi berkas dukungan partai, untuk menandatangani surat dukungan dari partai Golkar sebagai partai pengsung. Tak berselang lama, proses yang dinanti dan ditunggu-tunggu usai, Djelantik dan Sudirman Mamonto sekretaris DPD II Partai Golkar Kotamobagu berajak.

Suasana kekeluargaan kembali terlihat, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagouw, perwakilan DPP Partai Golkar wakil bendahara umum DPP dan korwil DPP Golkar untuk Sulut Cyprus Tatali dan Sultan Zulkarnain ketua pemenangan pemilu wilayah Bolmong Raya menyalami dan berciuman pipih dengan Djelantik. "Langsung balik Jakarta karena ada urusan," ucap Djelantik sambil berjalan keluar tempat pendaftaran.

Diwawancarai banyak wartawan di jalan masuk kantor KPU Kotamobagu Papa Raski mengatakan kehadiran dirinya bersama sekretaris partai dan jajaran fraksi partai Golkar DPRD Kotamobagu sebagai bagian dari struktural partai dari pusat sampai daerah, kecamatan, kelurahan dan desa. "Artinya saya berada disini, ada ditengah-tengah penugasan konstitusi partai," kata Djelantik.

Disodorkan pertanyaan, apakah kehadiran dirinya menandakan akan mendukung Tatong Bara sebagai calon yang dipilih DPP Golkar sebagai calon walikota Djelantik menilai pertanyaan tersebut keliru. "Kalau saya hadir disini artinya apa? Kecuali saya tidak hadir disini, sekarang anda yang menerjemahkan. Apakah ini bentuk dukungan atau apa terserah, anda liat saya ada disini menandatangani surat dukungan secara konstitusi sebagai ketua dpd bersama sekretaris dan DPP hadir," tegasnya.

Disentil mengenai busana yang dikenakan serba hitam-hitam dengan lantang bahwa Golkar sedang berduka. Lagi kata dia bahwa partai Golkar secara struktural tunduk dan taat, jika Golkar berkelahi akan berkelahi secara fair dan ketika memberikan sikap, sikapnya jelas. Perempamaan itu kata Djelantik, ibarat partai berlambang pohon beringin yang tengah diterpa badai dan gelombang. "Cuma Golkar dalam beberapa tahun terakhir ini lima kali laksanakan munaslub, tetapi tetap solid," tegasnya.

Disentil mengenai Golkar sedang berduka karena SK atau dukungan tidak diberikan kepadanya, menurut Djelantik itu terserah dari pandangan para awak media menerjemahkan seperti apa penampilannya serba hitam-hitam. "Saya minta maaf, karena saya diberikan tugas berat oleh konstituen di Kotamobagu dan tidak hal itu tidak diperoleh maka ada tanggung jawab moral kepada konstituen dan masyarakat belum mampu jawab permintaan konstituen," tutup Djelantik mengakhiri wawancara.

Sementara itu kubu DPP PAN yang diwakili oleh Bara Hasibuan wakil ketua umum DPP PAN tak mau mengomentari perihal mencalonkannya ketua DPD II PAN Kotamobagu dari jalur independen atau perseorangan. "Konsentrasi pendaftaran dulu. Mengenai hal itu gampanglah," ucap Bara singkat.(crz)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help