Begini Sentilan Tajam Taufik Tumbelaka Saat Menyorot Pilkada Minahasa

Ikut bergabungnya Partai Demokrat mendukung pasangan calon ROR-RD dalam pemilihan kepala daerah

Begini Sentilan Tajam Taufik Tumbelaka Saat Menyorot Pilkada Minahasa
net
Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ikut bergabungnya Partai Demokrat mendukung pasangan calon ROR-RD dalam pemilihan kepala daerah kabupaten Minahasa, diyakini sebagai dapat menciptakan demokrasi yang Prosedural.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik Sulut, Taufik Tumbelaka, ketika dihubungi Tribun Manado, Senin (8/1) malam tadi.

"Pilkada Minahasa memang sudah digambarkan menjadi Demokrasi Prosedural, yang mana masyarakat tidak diberikan pilihan lebih banyak dalam menentukan pilihan politik mereka," ujar Taufik.

Alumni Fisipol Universitas Gadja Mada ini bahkan menamai Pilkada Minahasa layaknya 'Paket Hemat'. "Ini bisa jadi catatan buruk dalam dari sisi pembangunan Politik di Minahasa. Karena sejatinya partai politik wajib menghadirkan figur-figur terbaik dari internalnya, kalaupun tidak maka sangat arif memberikan kesempatan pada sejumlah figur untuk jadi pilihan masyarakat," ungkapnya.

Kemungkinan hanya akan muncul beberapa nama dalam pilkada Minahasa, justru menimbulkan keprihatinan.

"Apalagi sejumlah nama yang dimunculkan oleh partai politik saat ini tidak lebih buruk dari nama yang diperbincangkan sejak awal oleh masyarakat," bebernya.

Selain itu, Taufik juga menilai ada aturan yang salah dalam sistem pemilukada Indonesia. "Harusnya partai politik terlebih dahulu menentukan calonnya, baru setelah itu bisa ditentukan calon independen. Bukan malah sebaliknya," aku dia.

Untuk Pemilu Kada Minahasa rasanya kita perlu bahu membahu secara extra agar berjalan baik tanpa hal-hal yang dikuatirkan.

Walaupun fakta politik di Pemilu Kada Minahasa berpeluang terjadi hak-hak rakyat untuk mendapat pilihan sajian dalam bentuk "Paket Istimewa dan Komplit" tidak akan terjadi.

Karena diduga ada pemaksaan kolektif dari beberapa oknum elit politik guna memberi sajian "Paket Hemat". (nie)

Penulis: Nielton Durado
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help