Hilang Sebulan, 5 Warga Sangihe Ditemukan di Pulau Padaidori Biak

Lima warga Sangihe tersebut terbawah arus dan ditemukan dan terbawa arus ke pulau Padaidori Kabupaten Kepulauan Biak Provinsi Papua.

Hilang Sebulan, 5 Warga Sangihe Ditemukan di Pulau Padaidori Biak
ISTIMEWA

TRIBUNMANADO.CO.ID, TAHUNA -  Lima orang warga Tinakareng Kabupaten Kepulauan Sangihe yang hilang dihantam gelombang dalam perjalanan dari Filipina ke Sangihe, pada 8 Desember 2017 lalu, akhirnya di temukan kembali dengan keadaan selamat.

Lima warga Sangihe tersebut terbawah arus dan ditemukan dan terbawa arus ke pulau Padaidori Kabupaten Kepulauan Biak Provinsi Papua.

Komendan Lanal Tahuna, Kolonel Laut (P) Setiyo Widodo mengatakan, ditemukannya lima warga Sangihe tersebut berkat kerjasama dari Satuan Lanal Tahuna dan Lanal Biak serta Basarnas Biak.

"Lanal Tahuna Melaksanakan koordinasi dengan Lanal Biak dan Guskamlatim di Biak untuk dapat melaksanakan SAR terhadap 5 WNI yang merupakan korban perahu hanyut dan masyarakat dari Sangihe," kata Widodo, Minggu (07/01).

Dikatakan pula, untuk saat ini kondisi korban semua sehat dan selamat. Dan korban sementara di tampung di kantor SAR Biak guna melaksanakan penangan lebih lanjut.

"Korban dalam keadaan sehat, namun kondisi dari kapal korban KM Hasrat mengalami rusak berat maka diputuskan untuk tidak dibawah dan tetap berada di Pulau Padaidori," lanjutnya.

Adapun nama korban kapal yang hanyut tersebut adalah, lasdi Hamka (WNI), Muliadi Manderes (WNI), Burhanudin Tompoh (WNI), Feri tampilang (WNI) Andika Hamka (WNI).

Sementara itu juga, keluarga korban yang berada di Tinakareng Sangihe merasa sangat senang, sebab sudah sekian lama korban hilang.
"Alhamdulilah, mereka sudah di temukan dalam keadaan selamat, tentunya semua ini karena kuasa sang pencipta," ungkap Sri Manderas keluarga korban.

Semenjak hilangnya lima keluarga, mereka tak pernah berhenti berharap agar di pertemukan kembali dengan keluarga dalam keadaan sehat.
"Kurang lebih satu bulan kami keluarga terus bergumul dengan peristiwa hilangnya keluarga, akibat hantaman gelombang cuaca buruk," terangnya.

Diketahui, pamboat KM Hasrat yang di awaki oleh 5 orang WNI yang hilang sejak tanggal 8 Desember 2017, di sekitaran perairan Pulau Kawaluso di karenakan kerusakan mesin dan di hantam oleh badai laut.

5 WNI tersebut hanyut di bawah ombak dan terapung diatas pamboat selama kurang lebih 1 bulan dan terbawah arus sampai ke Pulau Padaidori Kabupaten Kepulauan Biak Provinsi Papua.

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help