Anak-anak dan Remaja Ini Hebohkan Desa Laikit

Umat katolik se-Kevikepan Tonsea yang didominasi anak-anak dan remaja, hebohkan Desa Laikit Kecamatan Dimembe,

Anak-anak dan Remaja Ini Hebohkan Desa Laikit
TRIBUNMANADO/ALEXANDER PATTYRANIE
Umat katolik se-Kevikepan Tonsea yang didominasi anak-anak dan remaja, hebohkan Desa Laikit Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (7/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribunmanado.co.id Alexander Pattyranie

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Umat katolik se-Kevikepan Tonsea yang didominasi anak-anak dan remaja, hebohkan Desa Laikit Kecamatan Dimembe, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (7/1/2018).

Mereka yang tergabung dari delapan paroki se-Minahasa Utara dan Bitung, defile mengitari Desa Laikit.

Kegiatan itu dalam rangka memperingati Hari Anak Misioner ke-175.

Para anak, remaja, dan pembina dari Paroki Stella Maris Bitung, menjadi peserta pertama.

Kemudian diikuti Paroki Santo Antonius de Padua Girian, Paroki Santa Maria Ratu Para Rasul Manembo-nembo, Paroki Santo Antonius de Padua Airmadidi, Paroki Santo Paulus Lembean, Paroki Santa Ursula Watutumou, Paroki Santo Fransiskus de Salles Kokoleh, dan tuan rumah Paroki Santo Yohanis Penginjil Laikit sebagai peserta terakhir.

Pasalnya, para peserta defile dipimpin anak-anak berkostum kabasaran.

Kemudian, peserta tiap paroki juga mengenakan kostum tokoh-tokoh Alkitab dan orang-orang kudus, membawa baliho, bendera Republik Indonesia, bendera Keuskupan Manado, serta bendera paroki.

Mereka dilepas Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC.

"Kesempatan ini untuk memberdayakan anak-anak dan remaja agar mereka berbagi sukacita lewat peristiwa kelahiran Tuhan," ujar Uskup Rolly Untu.

Setelah mengitari Desa Laikit, peserta kembali finis di gedung gereja Paroki Santo Yohanis Penginjil Laikit.

Penulis: Alexander Pattyranie
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help