Dugaan Karena Masalah Percintaan, JAM Nekad Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri

Kini aksi gantung diri kembali terjadi di pengeringan kelapa perkebunan 10 wilayah kepolisian Desa Boyong Atas

Dugaan Karena Masalah Percintaan, JAM Nekad Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri
TRIBUNMANADO/MAICKEL KARUNDENG
Korban gantung diri di Kabupaten Minahasa Selatan 

Laporan Wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng

AMURANG, TRIBUNMANADO.CO.ID - Aksi gantung diri lagi marak di Kabupaten Minahasa Selatan.

Awal bulan Desember 2017 sepasang kekasih Desa Koreng, Kecamatan Tareran menjadi menarik perhatian masyarakat.

Kini aksi gantung diri kembali terjadi, Sabtu (6/1) di Desa Boyong Atas Kecamatan Tenga.

Tempat kejadian di pengeringan kelapa perkebunan 10 wilayah kepolisian Desa Boyong Atas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Manado dari pihak Polsek Tenga, korban gantung diri JAM (20) jenis kelamin laki-laki asal Desa Boyong Atas Kecamatan Tenga.

Kronologis kejadian berdasarkan keterangan saksi Bapak EJL (57) asal Desa Boyong Atas pertama kali melihat korban pada jam 07.00 wita bertempat di tempat pengeringan kelapa milik saksi.

Bahwa saksi melihat ada seorang laki-laki yang tergantung berinisial JAM, dan saksi langsung menghubungi hukum tua Desa Boyong Atas.

Berdasarkan keterangan keluarga korban bahwa korban memiliki masalah dengan pacarnya.

Tindakan kepolisian Tenga, telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tkp. Mencari baket, Menghubungi Tim medis.

Halaman
12
Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help