Begini Prediksi KedaiKOPI soal Peran Prabowo di Pilpres 2019

Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (Kedai Kopi) mengungkap sejumlah nama calon wakil presiden.

Begini Prediksi KedaiKOPI soal Peran Prabowo di Pilpres 2019
KOMPAS.COM/FABIAN JANUARIUS KUWADO
Jokowi dan Prabowo bertemu di Kertanegara 4, Jakarta, Jumat (17/10/2014). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA – Lembaga Survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) mengungkap sejumlah nama calon wakil presiden yang disebut cocok mendampingi Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

Bukan hanya Jokowi, nama yang dirilis tersebut juga calon alternatif yang mungkin bersanding dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

"Menariknya di 2019, justru rebutan jadi cawapres Jokowi. Kenapa? Karena hasil survei menyebutkan elektabilitas Jokowi tinggi," kata pendiri Kedai Kopi Hendri Satrio kepada wartawan di kawasan Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (3/1/2018).

Dari nama yang dihimpun, setidaknya ada 15 calon wakil presiden berdasar hasil survei sejak November hingga Desember 2017. Ke-15 nama itu adalah mantan Ketua KPK Abraham Samad, Direktur Eksekutif Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono, Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Kepala BIN Budi Gunawan, dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Tak hanya itu, nama-nama lain yang akan meramaikan di Pilpres 2019 yakni Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung.

Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Rizal Ramli.

Hendri menjelaskan, posisi Jokowi masih terlalu kuat bahkan untuk penantangnya. Untuk itu dirinya memprediksi Prabowo akan mengambil peran berbeda di Pilpres 2019.

Buktinya berhasil membawa Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta. "Sejarah Prabowo sukses menjadi king maker, dari pada maju sendiri. Jokowi adalah salah satu produknya," kata Hendri.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, nama-nama yang lain yang beredar juga berpeluang menjadi calon Wakil Presiden atau penantang Jokowi.

"Hanya saja keputusan siapa pendamping Jokowi ya ada pada Jokowi. Kondisi ini memang berbeda dengan 2014 saat Jokowi harus mengikuti saran partai pengusungnya untuk urusan cawapres. Saat ini dengan elektabilitas menjulang Jokowi bisa memilih wakilnya sendiri," kata Hendri. *

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved