Tatengkeng Gantung Diri di Jalan Tahuna-Manganitu

Entah apa yang ada dalam pikiran lelaki Oktavianus Tatengkeng (28) warga Tapuang Kecamatan Tahuna

Tatengkeng Gantung Diri di Jalan Tahuna-Manganitu
ist

TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE-Entah apa yang ada dalam pikiran lelaki Oktavianus Tatengkeng (28) warga Tapuang Kecamatan Tahuna Timur. Pria inimemilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri pada pohon yang tak jauh dari rumahnya, Selasa (02/01).

Informasi yang di peroleh dari humas Polres Sangihe, sekira pukul 06.30 wita pagi, saksi Bernabas Setia (58) tetangga korban, hendak mengecek pipa air yang tersumbat dikarenakan air ke rumahnya tidak lagi jalan, namun saat menuju ke perkebunan, tepatnya di pinggir jalan raya Tahuna-Manganitu saksi terkejut melihat korban sudah dalam posisi tergantung di dahan pohon dengan seutas tali.

Dia langsung memangil warga sekitar serta melapor ke Pos pelayanan Pelabuhan Tahuna. "Dari posisi korban ditemukan terdapat pisau yang berlumuran darah di duga digunakan oleh korban untuk melakukan bunuh diri dengan mengiris bagian leher dan pergelangan tangan sebab di kedua bagian badan tersebut terdapat luka,” tutur Setia kepada petugas kepolisian.

Sementara itu, pihak keluarga Rahel Tatengkeng (52) mengatakan, Senin (01/01) kemarin bertemu dengan korban sekira pukul 07.00 wita, ketika korban baru pulang dari Mako Polres Sangihe karena membuat keributan dengan mengunakan parang.

"Dia (Korban) ketika bertemu dalam kondisi tidak sehat, seperti orang yang kehilangan kesadaran," kata Rahel.

Bahkan, beberapa hari terakhir ini korban sering kehilangan kesadaran dan berbicara sendiri kalau sudah dalam keadaan mabuk. Dan pada tahun 2017 lalu ibu korban juga meninggal dunia disebabkan karena sakit gangguan jiwa sementara ayah korban saat ini juga dalam kondisi sakit stroke.

"Kami keluarga tidak keberatan dengan kejadian ini, karena kami percaya korban melakukan gantung diri akibat perbuatannya sendiri, dan ini merupakan musibah,” ungkap Rahel.

Mendapat laporan, Polres Sangihe langsung menuju ke TKP dan melakukan olah TKP sekaligus membawa mayat korban ke RSUD Liunkendage untuk dilakukan pemeriksaan tim medis.

"Sampai saat ini motif meninggalnya korban belum diketahui secara pasti, namun berdasarkan keterangan saksi dan keluarga dimana beberapa hari ini korban dalam kondisi sakit/gangguan jiwa dan pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi," ungkap Kapolres Sangihe AKBP I Dewa Made Adnyana melali Paur Humas Polres Sanghie Ipda Nuryani Kampungbae, Selasa (02/01). (Oly)

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help