Albertus B G J Smit : 50 Tahun Berkarya di Seminari Menengah ST Fransiskus Tomohon

Albertus Bernardus Gerardus Josep Smit MSC, 50 tahun berkarya menjadi seorang Guru Bahasa Latin dari belanda

Albertus B G J Smit : 50 Tahun Berkarya di Seminari Menengah ST Fransiskus Tomohon
TRIBUNMANADO/DAVID MANEWUS
Foto saat misa 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

Tomohon, 29 Desember 2017 –  “Engkau sebagai pelita dalam kegelapan, engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan” penggalan lirik lagu Hymne Guru ini kurang lebih tepat menggambarkan bagaiman peran seorang Guru bagi para muridnya; terang dalam kegelapan.

Guna merayakan pengabdian seorang Guru – bahkan tak berlebihan kalau disebut Mahaguru di mata para siswa pun mantan siswa yang pernah merasakan didikan sang educator sekaligus formator – maka sepanjang hari dipersembahkan acara khusus bagi sang Guru. Siapakah sosok Guru yang dirayakan khusus ini?.

Pastor Albertus Bernardus Gerardus Josep Smit MSC, begitulah nama panjang beliau yang sering disapa Pastor Smit. Sosok yang begitu dikenal oleh semua siswa pun mantan siswa Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon. “Miki” nama kesayangan beliau yang sangat familiar di kalangan para siswa maupun alumni Seminari Kakaskasen.

Mengapa P. Smit begitu special di mata anak didiknya maupun para staf Pembina dan Guru di Seminari Kakaskasen? Itu karena pertama dan utama adalah kesetiaan beliau menjadi seorang Guru Bahasa Latin yang bertahan hingga tahun ke-50. Sebagai Pastor muda pada usia 27 tahun P. Smit datang dari Belanda ke Kakaskasen Tomohon untuk menjadi Guru Bahasa Latin. Itulah yang menjadi pokok acara pada hari ini “Pengabdian Sang Guru”.

“Yang menarik bagaimana ia (P. Smit) bisa bertahan selama 50 tahun”, ungkap P. Johny Luntungan MSC dalam Homili pada Misa Syukur sebagai pembuka rangkaian acara sepanjang hari. Dari tangan dingin P. Smit telah terbentuk pribadi-pribadi yang tangguh dan cerdas dalam jalan hidupnya masing-masing baik sebagai Uskup, Imam, Biarawan, Frater/Bruder, Pejabat, Pengusaha, Karyawan, Guru, Mahasiswa dan berbagai profesi lainnya.

Maka sebagai tanda terima kasih atas “Pengabdian Sang Guru”, para Alumni Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon yang kini mempunyai sebuah wadah ikatan alumni yang diberi nama Confraternitas Kimentur, mengadakan acara “A Tribute to: RP Albertus Smit MSC”. 

PERAYAAN MISA SYUKUR: CARITAS CHRISTI URGET NOS.

Halam tengah Seminari Kakaskasen telah berdiri sebuah panggung dan deretan tenda yang megah yang bernuansa putih-kuning. Lokasi itu tempat Perayaan Ekaristi dilangsungkan dan beberapa rangkaian acara dari pagi sampai malam.

Perayaan Ekaristi kali ini dipersembahkan sebagai ungkapan syukur atas 50 tahun pengabdian P. Smit di Keuskupan Manado lebih khusus di Seminari Kakaskasen. Di sekitar altar terlihat 29 Imam lengkap dengan busana liturgis berada bersama sang yubilaris, P. Smit mempersembahkan Misa. Dan beberapa Imam lainnnya yang duduk membaur bersama umat. Para Imam yang hadir sebagain besar pernah menjadi murid P. Smit. Hadir juga para Frater, Bruder, Biarawati, umat dan sebagian besar alumni Seminari Kakaskasen yang merayakan syukur pernah menjadi murid dari P. Smit.

Halaman
1234
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help