TribunManado/

HUT Desa Lembean, Kala Anak Zaman Now Belajar Bahasa Tonsea dan Main Kolintang

Ibarat pohon, meski batang dan daunnya adalah modernitas, namun akarnya adalah kebudayaan.

HUT Desa Lembean, Kala Anak Zaman Now Belajar Bahasa Tonsea dan Main Kolintang
ist
Hut Desa Lembean 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI- Ibarat pohon, meski batang dan daunnya adalah modernitas, namun akarnya adalah kebudayaan.

Jangan lupa pada akar dimana pohon itu tumbuh.Begitulah kiranya pesan yang
hendak disampaikan pada Hut Desa Lembean ke - 347 pada Rabu (27/12). Hut desa tersebut bernuansa adat.

Perayaan Hut diawali Misa Syukur di Gereja.Semua liturgi memakai bahasa Tonsea.
Hal yang tak sulit karena umumnya warga, termasuk "anak zaman now" cukup paham bahasa ibunya.

Misa dipimpin Pastor Revi Tanod Pr didampingi pastor-pastor Paroki St. Paulus Lembean.
Sempat bahasa tonsea "diinterupsi" bahasa inggris lewat choir yang menyanyikan lagu bahasa inggris.

Memperlihatkan perpaduan unik antara adat dan modernitas.Acara lainnya adalah parade budaya.
Warga dan aparat pemerintah berparade menggunakan pakaian adat.

Peserta parade dibagi tiga kelompok.Kelompok pertama berjalan dari Sendangan,
perbatasan Desa Kaasar dan Lembean, terdiri dari warga dan kepala jaga serta maweteng dari jaga 1,2.dan 5.

Kelompok kedua dari perbatasan Desa Paslaten dan Lembean, terdiri dari warga, kepala jaga serta maweteng jaga 3,4,6.

Turut pula para pastor dan suster.Sedangkan kelompok 3 menempuh rute dari balai desa, dengan peserta Hukumtua Daisy A.A Soemampouw bersama suami Theodorus Lasut serta perangkat desa lainnya.

Tak hanya pakaian adat, warga juga memakai pakaian sesuai profesi.Ada seorang ibu
yang memakai baju peternak, nampak lucu karena ibu tersebut juga terus melucu.

Parade menjadi meriah karena peserta mengumandangkan lagu berbahasa daerah.
Usai pagelaran budaya digelar sidang paripurna istimewa Paimpuluan Wangko yang dipimpin ketua BPD Robby Parengkuan.

Halaman
12
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help