TribunManado/

Bangun Rumah Pengasapan Tertutup di Ponosakan (3): Gelar Diskusi dengan Pengolah Ikan

Untuk mengetahui permasalahan lain dan mencari solusinya, kami menggelar focused group discussion (FGD) dengan pengusaha kecil pengolah ikan asap.

Bangun Rumah Pengasapan Tertutup di Ponosakan (3): Gelar Diskusi dengan Pengolah Ikan
citizen journalism
Kami di tempat pengasapan ikan. 

Oleh
Dr Ir Verly Dotulong MSi
Dr Ir Lena Jeane Damongilala, MSi
Ir Lita Adonia D Y Montolalu, Msi
Dosen PS THP FPIK Unsrat Manado

HASIL olahan masih belum dikemas, ikan dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan styrofoam yang kotor sebelum dibawa ke tempat penjualan.

Pengolah masih menggunakan kertas koran, cenderung juga tidak layak untuk digunakan sebagai bahan pengemas produk pangan.

Pengolah juga belum memberikan label terhadap hasil olahannya, untuk dapat dipasarkan lebih luas.

Untuk mengetahui permasalahan lain dan mencari solusinya, kami juga melakukan focused group discussion (FGD) dengan kelompok pengusaha kecil pengolah ikan asap.

Dalam FGD ini juga ada perwakilan Pemerintah Desa Belang.

Hasilnya perlu ada perbaikan ruang asap bagian kiri kanan atas dengan dibuat tertutup.

Selain itu dilengkapi dengan tempat bahan pengasap yang bisa ditarik masuk keluar rumah pengasapan, serta cerobong pengeluaran asap.

Tujuannya untuk mencegah asap tidak mengganggu permukiman penduduk karena daerah tersebut terletak pada area padat penduduk.

Juga terjaganya produk ikan asap dari kotoran abu di sekitar ruang pengasapan.

Perbaikan pengemasan yang lebih higienes dan bermutu juga dilakukan, lewat pengemasan plastik secara vakum.

Teknik pengemasan ini selain menghindarkan kontak produk dengan kotoran dari lingkungan, juga dapat memperpanjang masa simpan.

Hal ini karena produk terhindar dari kontak dengan udara sehingga mikroba pembusuk yang umumnya bersifat aerobik dihambat perkembangannya.

Efisiensi penggunaan kayu bakar juga meningkat, dari 2,5 kubik/pengasapan menjadi 1,5 kubik/pengasapan, dan kualitas produk dari kadar air 50-60% menjadi 40-50%,.

Selain itu mengubah kebiasaan pemberian zat pewarna pada ikan asap yang berbahaya bagi konsumen. (bersambung)

Editor: Edi Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help