TribunManado/

Bangun Rumah Pengasapan Tertutup di Ponosakan (1): Ikan Segar Dibiarkan di Atas Meja

DOSEN Program Studi THP FPIK Unsrat Manado menggelar Diseminasi Produk Teknologi Pengolahan Ikan Cakalang Asap.

Bangun Rumah Pengasapan Tertutup di Ponosakan (1): Ikan Segar Dibiarkan di Atas Meja
citizen journalism
Proses pengasapan ikan. 

Oleh
Dr Ir Verly Dotulong Msi
Dr Ir Lena Jeane Damongilala Msi
Ir Lita Adonia DY Montolalu Msi
Dosen PS THP FPIK Unsrat Manado

DOSEN Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, menggelar Diseminasi Produk Teknologi Pengolahan Ikan Cakalang Asap.

Kegiatan yang berlangsung sejak awal Oktober hingga Desember 2017 itu berlangsung di Desa Ponosokan, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Desa Ponosakan bisa dijangkau dengan kendaraan dengan waktu tempuh sekitar 2,5 hingga 3 jam.

Masyarakat desa ini berjumlah 486 kepala keluarga (KK). Dari jumlah tersebut yang bermata pencaharian sebagai nelayang 82 KK, dan yang melakukan usaha pengolahan ikan cakalang asap berjumlah 40 KK.

Pendidikan masyarakat nelayan dan pengolah ikan cakalang asap tergolong rendah, yaitu rata-rata tamatan SD dan SMP. Sebagian besar adalah keluarga penerima rastra. Fasilitas pendidikan yang ada di desa ini hanya 1 SD dan 1 SMP.

Usaha pengolahan ikan cakalang asap di desa ini sangat strategis, sebab terletak di pesisir pantai, dan memiliki potensi perikanan laut yang besar untuk dikembangkan. Unit pengolahan ikan cakalang asap berjumlah 5 unit di lokasi yang berbeda.

Bahan baku yang digunakan sebagian besar didapat dari nelayan setempat yang juga adalah pengolah ikan cakalang asap.

Sebenarnya dari segi kualitas memiliki kelebihan yakni masih bermutu baik karena ikan baru tertangkap, namun ikan sebelum diolah dibiarkan begitu saja tanpa perlakuan pendinginan dan diletakkan di atas meja yang kotor sehingga kesegaran ikan sudah menurun.

Dari hasil wawancara yang kami lakukan dengan Ketua Kelompok Deho Sukfi Madundang, untuk banyaknya bahan baku ikan segar yang di olah setiap kali kegiatan pengolahan (2 sampai 3 kali dalam satu minggu) adalah sebanyak 100 - 150 ekor (200 – 300 gepe).

Peralatan untuk proses pengolahan masih tergolong tradisional dan tidak memenuhi standar sanitasi. Pengolah ada yang tidak menggunakan pakaian bagian atas (kaos atau kemeja). (bersambung)

Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help