Sitaro - Penambang Tradisional di Siau Manfaatkan Sisa Material Gunung Karangetang

Bantaran sungai dekat Gunung Api Karangetang menjadi lokasi favorit penambang tradisional untuk meraup rupiah.

Sitaro - Penambang Tradisional di Siau Manfaatkan Sisa Material Gunung Karangetang
JHONLYKALETUANG

TRIBUNMANADO.CO.ID, SITARO-Bantaran sungai dekat Gunung Api Karangetang menjadi lokasi favorit penambang tradisional  di Siau untuk meraup rupiah.

Di lokasi ini berlimpah material untuk dijadikan batu kerikil. 

Pantauan Tribun Manado nampak sejumlah warga dari berbagai usia baik tua muda serta laki-laki dan perempuan begitu telaten dengan kegiatan tersebut.

Dalam memanfaatkan material gunung api tersebut, teknik yang digunakan masih tergolong tradisional.

"Sisa material batu dari lava gunung api karangetang ini di kumpulkan dan ditumbuk menggunakan besi untuk menjadi kerikil," kata Hebri Preo, penambang tradisional tersebut.

Lanjutnya, setelah dirasa cukup, kerikil hasil tersebut di jual.
"Untuk per kubik biasanya di jual dengan harga Rp300, dimana untuk satu kubik dihitung 26 sak karung," katanya.

Diakuinya lagi setiap harinya harus bekerja mulai dari pukul 7 pagi sampai pukul 5 sore, dengan tujuan mendapatkan hasil yang lebih.

Tidak hanya Hebri, sejumlah penambang lainnya juga seperti Lahengke juga masih menekuni pekerjaan menambang dengan cara tradisional.

"Cara menumbuk batu dengan besi secara tradisional ini sudah berlangsung turun-temurun jadi sampai saat ini juga kita lakukan," kata Lahengke.

Karena menurutnya dengan cara tradisional seperti ini juga sudah dapat menunjang kebutuhan hidup keluarga.
"Tidak sedikit warga yang membuat krikil hanya dengan menumbuk batu tersebut. Penting itu menghasilkan uang," akhirnya. (Oly)

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help