Kekerasan dan Penghancuran Citra Allah

Miris tapi juga geram bahwa para pelaku kekerasan seksual banyak adalah orang-orang paling dekat dengan korban

Kekerasan dan Penghancuran Citra Allah
thelocal.de
Ilustrasi kekerasan anak 

Oleh
Pdt Ruth Ketsia Wangkai
Ketua Badan Pengurus Nasional Peruati

16 HARI Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP) adalah kampanye internasional untuk mendorong upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan di seluruh dunia.

Kampanye mulai pada Hari Internasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan, 25 November hingga Hari HAM se-dunia, 10 Desember.

Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (Peruati), sebagai organisasi perempuan di Indonesia turut ambil bagian dalam kampanye ini.

Temanya stop kekerasan seksual. Kita berharga di mata Tuhan.

Tahun ini, Peruati yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia bekerja sama dengan mitra-mitranya seperti gereja, organisasi perempuan, LSM maupun Komnas Perempuan.

Semuanya ada dalam #gerakbersama untuk mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) menjadi Undang-Undang.

Landasan hukum formal ini perlu dan penting sekali, terutama bagi perlindungan korban, tetapi sekaligus juga bagi penindakan hukuman yang tegas dan efek jera bagi pelakunya.

Miris tapi juga geram bahwa para pelaku kekerasan seksual banyak adalah orang-orang paling dekat dengan korban, seperti ayah kandung, ayah tiri, paman, kakek, guru, juga bos di tempat kerja.

Pada bagian lain, Komnas Perempuan mengidentifikasi bahwa yang disebut dengan kekerasan seksual tidak hanya perkosaan, tetapi ada 14 bentuk kekerasan lain.

Halaman
12
Editor: Edi Sukasah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help