Perempuan-perempuan Pala dari Dramaga

Pisau di tangan kanan Sri Herawati bergerak cepat menyisit kulit buah pala. Hanya dalam beberapa menit, pala sudah bersih.

Perempuan-perempuan Pala dari Dramaga
citizen reporter/yulia adiningsih
Perempuan pengupas pala di Desa Dramaga, Kabupaten Bogor. 

Oleh
Yulia Adiningsih
Mahasiswa UNJ

LENGANG. Tak ada aktivitas warga terlihat di Desa Dramaga, Sabtu (18/11/2017), namun suasana berbeda terasa saat melongok ke dalam rumah mereka.

Sejumlah perempuan duduk tak teratur di dalam rumah yang berada di Kecamatan Dramaga, Bogor itu. Buah pala ada di mana-mana.

Pisau di tangan kanan Sri Herawati bergerak cepat menyisit kulit buah pala. Hanya dalam beberapa menit, pala sudah bersih.

Sekejap kemudian, pala lainnya sudah berada di wadah berisi air. Bahkan ketika Sri dan kawan-kawannya berceloteh pun, pisau tak pernah berhenti bergerak.

Sri merupakan satu di antara ibu rumah tangga di Desa Dramaga yang bekerja sebagai pengupas pala. Sudah 30 tahun ia menenkuni pekerjaanya ini, sejak ia masih gadis.

Awalnya hanya untuk mengisi waktu luang, namun kini jadi mata penaharian utamanya, apalagi setelah sang suami meninggal dunia.

Selain mengupas buap pala, perempuan ini juga menjadi buruh cuci baju. Namun bagi Sri, mengupas pala lebih menguntungkan dibandingkan mencuci baju orang.

“Mengupas pala lebih santai daripada jadi buruh cuci,” kata dia.

Sebanyak 500 biji pala bisa ia kupas setiap harinya. Setiap 100 biji pala dihargai Rp 4.000. Sebulan, ia bisa memeroleh Rp 600 ribu.

Halaman
1234
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help