TribunManado/

Citizen Journalism

Rukun Keluarga, Cara Kami Merawat Kebersamaan

Supaya kami tetap tahu siapa leluhur dan turunannya dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, budaya dan kekeluargaan.

Rukun Keluarga, Cara Kami Merawat Kebersamaan
ISTIMEWA
Sebagian anggota keluarga besar diabadikan dalam pertemuan rukun keluarga di Desa Timbukar, Sonder, Minahasa. 

Oleh:
Michael Poluakan SFils MPd
Guru, asal Timbukar

SABTU, 18 November 2017 lalu, merupakan kali keempat bagi kami yang berada di Rukun Keluarga Poluakan Petrus-Maria Tumewu menggelar pertemuan keluarga besar.

Pertemuan ini digelar di Keluarga Poluakan-Kilis di Desa Timbukar, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa.

Perjumpaan keluarga besar ini, ada yang kami sebut opa, oma, papa, mama, kakak, adik, serta cucu dan cece dari Tete Alo dan Oma Non, sungguh membahagiakan.

Rukun keluarga
Rukun keluarga (ISTIMEWA)

Keharuan juga mewarnai pertemuan ini. Walaupun jarak jauh, ada yang datang dari Manado, Kawangkoan, dan sekitarnya, ada yang kurang sehat, walaupun cuaca hujan, jauh, tapi berusaha hadir demi nilai kekeluargaan dan kebersamaan.

Kegiatan rukun diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh Ibu Yoke Poluakan.

Kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam Semuel Marcelinus Poluakan, salah satu anggota keluarga yang telah berpulang.

Rukun keluarga
Rukun keluarga (ISTIMEWA)

Kegiatan rukun keluarga juga tak melupakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan, seperti dana bantuan untuk orang sakit, orang meninggal, dan sebagainya. Uniknya, pengurus rukun ini adalah para cucu.

Saya sebagai ketuanya, wakil ketua Pierre Poluakan, sekretaris Linda Monintja, bendahara Maya Poluakan.

Sementara opa, oma, mama, papa, orang tua hanya menjadi penasihat dan anggota. Dan itu memang amanat dari para orang tua.

Tujuan utama pertemuan keluarga ini agar tali silaturahmi di antara keluarga tetap terjaga dan selalu diingat, dilestarikan.

Supaya kami tetap tahu siapa leluhur dan turunannya dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, budaya dan kekeluargaan.

Rukun keluarga
Rukun keluarga (ISTIMEWA)


Semangat pemberdayaan dan regenerasi memang sangat terasa dalam organisasi ini.

Paguyuban yang baru berdiri pertengahan tahun ini, berusaha menjawab kerinduan para leluhur agar nilai kekeluargaan, kebajikan, kerukunan, kepedulian, persaudaraan tetap terjaga, terpelihara, lestari selamanya walaupun kita berbeda status, kedudukan, jabatan, jarak dan waktu. (*)

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help