PDIP Santai Golkar Bajak Kadernya
PDIP tidak mempersoalkan mengenai kadernya yang dibajak oleh Partai lain, termasuk oleh Partai Golkar
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor
MANADO, TRIBUN - PDIP tak mempersoalkan kadernya dibajak Partai lain, termasuk partai Golkar.
Franky Wongkar, Sekretaris DPD PDI-P Sulut mengungkapkan, ada kader partai politik pindah ke partai politik lain itu sudah lumrah, dan tak jadi persoalan.
Hal ini merujuk, Paetai Golkar yang membajak kader kader PDI-P. Misalnya Bupati Sangihe Jabes Gaghana dan Ivan Sarundajang Wakil Bupati Minahasa.
"Tidak apa apa, biasa itu. Golkar juga ada uang masuk PDIP," ungkap Wakil Bupati Minahasa Selatan ini
Menurut Wongkar, Golkar tntu punya strategi tersendiri, itu tentu urusan internal partai Golkar, dan PDIP tidak mau mencampuri urusan partai lain.
"Kami urus partai dengan taktik dan strategi PDI-P sendiri. Masalah rekrutmen itu masing - masing partai punya cara tersendiri," kata dia.
Memilih partai, itu merupakan hak politik seseorang dam tidak bisa larang.
Andai juga kader Golkar mau masuk PDI-P tentu tak bisa dilarang
"Tak ada yang melarang, boleh saja," ujarnya.
Meski begitu, Wongkar mengaku, belum ada peralihan kader partai lain untuk masuk PDIP. Begitu pun yang coba lobi-lobi masuk PDIP.
Ketimbang mengurus partai lain, PDIP sedang fokus menyiapkan diri di Pilkada 2018.
Nama-nama calon yang bakal diusung sudah mencuat.
Minahasa dan Mitra kemungkinan besar masih akan mempertahankan calon petahana. Jantje Wowiling Sajouw di Minahasa dan James Sumendap di Mitra
Tinggal wakil saja yang akan disiapkan.