Penculikan Anak di Manado

Preisy : Media Jangan Taruh Foto Korban, Kata Psikolog Mengenai Korban Penculikan

Karena usia anak, maka belum bisa keliatan traumatiknya ada dimana harus ada konseling mendalam

Preisy : Media Jangan Taruh Foto Korban, Kata Psikolog Mengenai Korban Penculikan
TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Dr Preisy Siby Sarundajang, Psikolog P2TP2A 

Laporan Wartawan Tribun Manado Handhika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID - PUSAT Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Provinsi Sulut langsung bergerak cepat.

Pada Selasa (28/11/2017) tim ini langsung mendatangi rumah korban penculikan. Psikolog juga hadir disana. Mereka datang untuk menangani, memberikan pendampingan terhadap korban dan keluarga.

Begini kata Dr Preisy Siby Sarundajang, Psikolog P2TP2A
DP3AD Provinsi Sulut. Menurut dia karena usia anak, maka belum bisa keliatan traumatiknya ada dimana. Harus ada konseling mendalam. Ditanyakan detail. Kemudian ditarik benang merahnya.

"Pastinya akan ada traumatik. Karena ia bertemu dan dibawa oleh orang baru, dengan niat yang kurang baik," ujar dia.

Selanjutnya kata Preisy jika korban sudah tidak trauma maka secepatnya harus sekolah.

"Tergantung juga dari anaknya. Tapi pastinya kalau anak ini sudah tidak trauma, wajib sekolah. Intinya itu. Karena dia itu usia sekolah. Sekolah satu diantara stimulos untuk mengeluarkan dia dari trauma yang ada. Dan dipengaruhi oleh keluarga juga," ujar dia.

Dia kemudian menitip pesan kepada media baik cetak, maupun online ataupun televisi agar tidak mengekspos wajah korban.

"Pastinya untuk media, saya memesankan untuk tidak diekspos. Terutama muka si korban. Karena dampaknya kedepan. Nanti ketika traumanya sudah hilang
kedepan orang pas lihat lagi. Orang lain langsung menyinggung lagi.
Jadi dia agak kaget. Lukanya kebuka lagi," ujar dia.

Karena kata dia respon masyarakat itu berbeda-beda merespon. "Kalau yang sudah tahu pasti hanya diam dan memberikan perhatian dengan rasa iba. Tapi ada yang kepo. Langsung strike. Itu juga kasihan," ujar dia.

Preisy menambahkan pihak keluarga korban juga akan didampingi. "Kalau memang diperlukan kami ada trik khusus treatment untuk mendampingi keluarga," ujar dia.

Sementara itu Kabid Perlindungan Hak Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Daerah (DP3AD) Provinsi Sulut, Vonny Pangalila mengatakan ini satu tindakan untuk pendampingan.

"Kita lakukan penjangkauan terlebih dahulu. Kami turun tim satgas diantaranya psikolog, unsur budaya, dan LSM Pelita Kasih Abadi. Kita akan koordinasikan dengan keluarga. Kita dampingi sampai traumanya hilang. Baik di sekolah, rumah, dan sekitarnya," ujar dia.

Penculikan tahun 2017 ada 110 laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak. "Khusus penculikan anak ada dua laporan untuk 2017," ujar dia.

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved