Nasib Memilukan Atlet Sulut - Demi Bertahan Hidup, Irfan Nyaris Jual Medali

Awan gelap tak pernah beranjak dari para atlet Sulut. Irfan Tentonda, atlet tinju yang berulangkali mengharumkan nama Sulut

Nasib Memilukan Atlet Sulut - Demi Bertahan Hidup, Irfan Nyaris Jual Medali
ARTHUR ROMPIS

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI- Awan gelap tak pernah beranjak dari para atlet Sulut. Irfan Tentonda, atlet tinju yang berulangkali mengharumkan nama Sulut di pentas nasional dan internasional, nyaris menjual medali perunggu yang diraihnya pada PON Jabar lalu karena kesulitan biaya untuk berobat.

Petinju binaan RE Boxing Camp Watutumou ini mengalami luka tikam di perutnya hingga ususnya terburai. "Waktu itu butuh banyak biaya untuk operasi, saya tak punya uang,

jalan satu satunya untuk beroleh uang adalah jual medali saya, meski medali itu begitu saya banggakan," ujar dia.Mendengar Irfan akan menjual medali kesayangannya, rekan - rekannya sesama profesi sontak protes.

Mereka minta Irfan jangan sampai menjual medali tersebut."Mereka semangati saya, agar supaya saya tak jual medali, mereka berupaya bantu biaya pengobatan saya," ujar dia.

Ketulusan rekan - rekannya membuat Irfan meneteskan air mata.Ketulusan itu pulalah yang
membantunya melewati masa - masa sulit usai pengobatan.

Dokter memvonisnya untuk tidak bisa bertinju dalam waktu lama. Irfan yang telah bertinju sejak umur 8 tahun dan telah jauh jauh - hari menetapkan tinju sebagai jalan hidup, jadi tertekan."Namun ketulusan itu yang membuat saya kuat, berharap suatu hari bisa bertinju lagi," kata dia. Hidup Irfan bak roller coaster.

Sempat dipuja sebagai petinju muda terbaik Indonesia, ia kini tak berdaya.Dia yang dulu sempat nyaris tembus Olimpiade - kandas di perdelapan final tinju pra olimpiade junior 2010 di Baku Azerbaizan, kini tinggal di rumah gubuk sempit bersama ibu, istri dan seorang anaknya yang masih berusia dua bulan.

Irfan bercerita, ia memulai tinju pada usia belia, 8 tahun.Inspirasinya menekuni tinju adalah Mike Tyson.
"Saya terpukau melihat penampilan Mike Tyson, saya ingin
seperti dia, setiap bertinju saya selalu berpikir akan seperti dia," ujar dia.

Motivasi yang tinggi, ditunjang bakat besar, Irfan pun melejit cepat.Menjuarai berbagai lomba di tingkat lokal, ia segera menyandang status bintang.

Begitu menjuarai Kejurnas nasional dan menjadi petinju terbaik, ia berubah dari bintang lokal menjadi bintang nasional.
Namanya jadi buah bibir pecinta tinju se - tanah air.

Halaman
123
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved