Woow! Hanya dengan Tinggal di Desa ini, Pemerintah Swiss Akan Membayar Kamu Milyaran Rupiah

Apakah kamu sedang mencari pemandangan dan suasana baru? Jika sebuah desa gunung yang indah dan indah di Swiss terdengar seperti rumah impianmu.

Woow! Hanya dengan Tinggal di Desa ini, Pemerintah Swiss Akan Membayar Kamu Milyaran Rupiah
Bored Panda
Kamu akan dibayar jika tinggal di desa ini 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apakah kamu sedang mencari  pemandangan dan suasana baru?

Jika sebuah desa gunung yang indah dan indah di Swiss terdengar seperti rumah impianmu.

Desa kecil Albinen, di Valais yang menakjubkan, sekarang menawarkan sejumlah uang yang lumayan untuk pindah ke komunitas terpencil mereka.

Dan kalian pasti bertanya-tanya bukan, di mana tempat itu?

Albinen adalah kota yang tenang dan damai dengan pemandangan pegunungan yang spektakuler.

Namun menurut presiden kotamadya Beat Jost, keluarga dan orang muda akan berbondong-bondong meninggalkannya

Populasi telah menyusut menjadi sangat kecil, dan sekolah desa bahkan telah ditutup.

Desa Albinen
Desa Albinen 

Hal ini memaksa 7 anak yang tinggal di masyarakat tersebut untuk pergi ke kota lain di dekatnya.

Jadi, apa sebuah desa kecil di negara kaya yang harus dilakukan di masa seperti ini?

Bayar calon penghuni baru, tentu saja!

Dikutip dari laman Bored Panda, inisiatif ini dimaksudkan untuk menarik keluarga dan orang-orang di bawah usia 45 tahun yang ingin membeli atau membangun rumah baru.

Setiap orang dewasa akan ditawarkan sedikit di atas 25 ribu dolar (337 ribu rupiah) untuk waktu mereka, dengan setiap anak berharga sekitar 10 ribu dolar (135 ribu rupiah).

Ini berarti keluarga beranggota empat bisa menghasilkan lebih dari 70  dolar (948 ribu rupiah), dengan investasi minimal di rumah minimal 200 ribu dolar (2,7 miliar rupiah).

Jika kamu seperti Feodor Vassilyev, petani Rusia yang memberi 69 anak-anak dengan istri pertamanya, kamu akan mendapatkan lebih dari 700 ribu dolar (9,5 miliar rupiah).

Berniat ke sana? (*)

Editor: Siti Nurjanah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help