Citizen Journalism

Lestarikan Kebudayaan Minahasa melalui Kawasaran

Beberapa kecelakaan kecil tidak dapat mereka hindari karena dalam tarian kawasaran ini, mereka harus menggunakan peralatan seperti pedang.

Lestarikan Kebudayaan Minahasa melalui Kawasaran
citizen reporter/julita mamonto
Komunitas Katuari 

Oleh
Julita Mamonto
Warga Desa Ranoiapo

AWALNYA rasa prihatin terhadap kebudayaan Minahasa yang semakin lama kian memudar, khususnya di kalangan anak muda.

Gusti Ngkedo dan sembilan pemuda asal Desa Ranoiapo, Kecamatan Ranoiapo, Kabupaten Minahasa Selatan, pun tergerak.

Tekad mereka mengangkat kembali dan melestarikan kebudayaan Minahasa lewat tarian Kawasaran.

Tampil perdana pada hari ulang tahun satu gereja di Desa Ranoiapo pada bulan Juni lalu.

Tarian kawasaran yang dibawakan oleh 10 anak muda ini memukau para tamu yang hadir pada acara tersebut.

Satu di antara tamu yang hadir pada acara tersebut adalah Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Komunitas Katuari
Komunitas Katuari (citizen reporter/julita mamonto)

Adanya respons yang baik dalam acara tersebut, mereka pun sepakat untuk membentuk sanggar komunitas Katuari (Kawasaran Tuama Ranoiapo).

Apalagi dukungan masyarakat yang begitu besar, ditambah lagi antusias anak-anak muda ini untuk mempelajari lebih dalam mengenai kebudayaan Minahasa.

Pembentukan sanggar ini sendiri bertujuan untuk mewadai anak-anak muda yang ada di Desa Ranoiapo yang ingin belajar kebudayaan Minahasa.

Komunitas Katuari
Komunitas Katuari (citizen reporter/julita mamonto)
Halaman
12
Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help