TribunManado/

Hingga Kuartal III, Kredit Berisiko Perbankan Capai Level Ini

Hingga kuartal ketiga (Q3), risiko kredit perbankan masih cukup tinggi. Hal ini tercermin dari perhitungan credit at risk.

Hingga Kuartal III, Kredit Berisiko Perbankan Capai Level Ini
NET
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Hingga kuartal ketiga (Q3), risiko kredit perbankan masih cukup tinggi. Hal ini tercermin dari perhitungan credit at risk atau kredit yang masih berisiko.

Credit at risk ini dihitung dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bank ditambah kredit kolektilitas dalam perhatian khusus dan kredit lancar yang direstrukturisasi.

Dody Arifianto, Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bilang, sampai kuartal III-2017, credit at risk perbankan mencapai 11,2%.

"Dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang belum optimal, hingga tahun depan rasio credit at risk perbankan tidak akan banyak berubah," kata Dody kepada kontan.co.id, Senin (20/11).

Credit at risk yang masih tinggi ini sedikit berbanding terbalik dengan NPL perbankan kuartal III-2017 sebesar 2,93% atau turun dari Agustus 2017 3,05%.

Taswin Zakaria, Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk mengakui bahwa risiko kredit yang masih tinggi disebabkan karena pelambatan ekonomi.

"Selain itu risiko kredit didorong oleh masih lemahnya komoditas yang menyulitkan restrukturisasi debitur untuk memperoleh cashflow yang stabil," kata Taswin kepada kontan.co.id.

Sedikit berbeda, Rohan Hafas, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri optimis hingga akhir tahun akan ada perbaikan kualitas kredit.

"Disebabkan karena perbaikan proses kredit dan kondisi makro ekonomi yang kondusif," kata Rohan kepada kontan.co.id. Selain itu perbaikan kualitas kredit juga disebabkan karena perbaikan debitur yang pernah direstrukturisasi. *

Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help