Kisah Cinta Oma Martha
Sudah Tiga Kali Ditinggalkan Sofyan, Oma Martha : Cukup, Saya Sudah Sakit Hati
Pasangan ini menjadi pusat perhatian, ada yang memuji ketulusan cinta Sofyan, namun tak sedikit juga yang meragukan cinta pasangan ini.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Kisah cinta pasangan terpaut 54 tahun antara Martha Bathe Potu (82) dengan Sofian Loho Dandel yang berusia 28 tahun ini begitu fenomenal di awal tahun.
Pasangan ini menjadi pusat perhatian, ada yang memuji ketulusan cinta Sofyan, namun tak sedikit juga yang meragukan cinta pasangan ini.
Tak hanya sampai di situ saja, cinta pasangan ini diuji ketika Sofyan mengalami penganiayaan di Kotamobagu.
Oma Martha terisak ketika mengetahui sang pujaan hati terluka secara fisik. Ia segera menyusul sang suami ke Kotamobagu meski jarak yang ditempuh sangat jauh.
Berhati mulia, kala itu Oma Martha tak dendam dengan pelaku yang menganiaya sang suami. Wanita yang pernah tinggal di Las Vegas ini memilih untuk memaafkan sang pelaku.
Seiring perjalanan waktu, Oma Martha kembali muncul dengan kabar mengejutkan.
Baca: Kuatnya Cinta Mereka! Suami Dianiaya Karena Bela Cintanya, Reaksi Oma Martha Bikin Publik Tercengang
Dirinya melaporkan sang suami ke Polres Minsel dengan alasan ditelantarkan suami.
Sofyan pergi meninggalkan dirinya tanpa memberikan nafkah.
Dari pengakuan di hadapan awak media, Oma Martha mengaku bahwa ini bukan kali pertama dirinya ditinggalkan Sofyan.
"Setiap kali dia pamit alasannya selalu kerja, tapi bajunya selalu dibawa sampai tak tersisa satu pun di rumah," kata Oma Martha di Mapolres Minsel, Kamis (16/11).
Menurut Oma Martha, dia pernah ditinggalkan sang suami selama sebulan penuh, tanpa kabar.
Baca: Suami Kena Tikam, Oma Martha Panik Lalu Menangis. Oh Tuhan, Kita Pe Laki Itu
"Saya sudah hafal betul kelakuannya, ini sudah yang ketiga kalinya dia meninggalkan saya," kata Oma Martha.
Ketika ditanya, jika nanti Sofyan kembali atau polisi berhasi membawa suaminya ini bertemu dengan dirinya, Oma Martha mengaku sudah tak ingin bersama lagi.
"Saya tidak mau lagi. Cukup, saya sudah sakit hati. Saudara-saudara saya juga sudah tidak senang dengan kelakuannya," tandas Oma Martha.