TribunManado/

Tabung Elpiji Dibakar Dihadapan Warga, Ping Langsung Teriak

Seorang wanita meletakan tabung gas diatas kompor yang sedang menyala. Ia kemudian, menusuk selang hingga bocor dan mengeluarkan api.

Tabung Elpiji Dibakar Dihadapan Warga, Ping Langsung Teriak
TRIBUNMANADO/VALDY SUAK
Warga Ratatotok saat menyaksikan penyuluhan penanganan bahaya tabung gas 

Laporan Wartawan Tribun Manado Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Warga di Desa Ratatotok Utara, Minahasa Utara (Minut) dibuat gempar saat tabung gas elpiji dibakar dihadapan mereka, pada Selasa (14/11/2017) malam.

Warga yang berkerumun melihat aksi dari sang penyuluh, terdengar berteriak sesekali.

Ping Piai, warga Desa Ratatotok Utara, mengaku sempat teriak saat melihat tabung gas dibakar.

"Apalagi saat ada api dari selang. Tapi kata penyuluh itu bagian dari praktek pencegahan," katanya.

Terlihat, seorang wanita meletakan tabung gas diatas kompor yang sedang menyala. Ia kemudian, menusuk selang hingga bocor dan mengeluarkan api. Lantas beberapa warga yang ada dekat tabung langsung menjauh.

"Tidak apa-apa bapak dan ibu, ini tidak bahaya dan tidak akan meledak," ujar sang Penyuluh.

Ia mengaku, jika terjadi kebakaran pada selang atau tabung tidak perlu panik. "Pertama jangan panik, terus padamkan atau singkirkan tabung gas ke tempat aman," jelasnya.

Usai melakukan penyuluhan penanganan bahaya tabung gas, pihak penyuluh kemudian menjual salah satu produk pengaman selang tabung. Kata mereka, yang bisa menjual benda tersebut hanya Pemerintah.

"Dan kita sudah bekerjasama dengan Pemerintah," akunya.

Marie Makalow Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mengaku tak tahu adanya penyuluhan tersebut.

"Belum ada koordinasi dengan kita, kita pun tidak tahu tahu itu siapa dan darimana," jelasnya.

Ia pun berharap masyarakat jeli dalam membeli berbagai hal yang ditawarkan, terlebih mengatasnamakan Pemerintah.

"Harus di kroscek dulu apakah benar dari Pemerintah atau tidak," tandasnya. 

Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help