TribunManado/

Bangkai Hewan Pun Bisa Diurai Alat Pengolah Sampah Buatan Deitje

Deitje Sofie Pongoh ST MPd satu diantara dosen berhasil membuat alat pengolah sampah organik atau sisa makanan

Bangkai Hewan Pun Bisa Diurai Alat Pengolah Sampah Buatan Deitje
TRIBUNMANADO/HANDIKA DAWANGI
Dosen Politeknik Negeri Manado diwajibkan setiap tahunnya membuat satu terobosan untuk dapat membantu masyarakat 

Laporan Wartawan Tribun Manado Handika Dawangi

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dosen Politeknik Negeri Manado diwajibkan setiap tahunnya membuat satu terobosan untuk dapat membantu masyarakat.

Deitje Sofie Pongoh ST MPd satu diantara dosen berhasil membuat alat pengolah sampah organik atau sisa makanan. Sejak Maret 2017 dirinya melakukan penelitian dengan beberapa temannya hingga November 2017 atau sekitar delapan bulan alat tersebut akhirnya dibuat.

Hanya membutuhkan dua buah ember dan pipa untuk membuat alat ini. Proses pengolahan sampah organik pun dilakukan dengan bantuan tanah dan cacing.

"Ini hanya untuk semua sampah organik. Bangkai hewan pun pernah dicoba. Dan hasilnya memang tidak akan berbau sama sekali," ujar dia.

Ia bersama suami, bekerjasama membuat alat ini dilatarbelakangi oleh rasa prihatinnya terhadap kondisi lingkungan di Manado yang seringkali ia temui banyak sampah organik yang dibuang di sembarang tempat. Bau menyengat sangat mengganggu.

"Kebanyakan orang sembarangan membuang sisa-sisa makanan dan sampah sisa seperti sayur busuk. Itu menyebabkan bau yang menyengat. Nah dengan alat ini kita tidak perlu lagi mencium bau busuk tersebut," ujar dia.

Cara kerjanya sangat simpel, sampah sisa makanan hanya dimasukkan ke dalam alat. Dalam jangka waktu dua sampai tiga hari ulat akan terlihat. Nah ulat tersebut yang akan mengurai sampah organik sehingga tidak berbau.

Dengan alat ini, Deitje berharap dapat membantu pemerintah untuk mengurangi bau dari sampah organik yang di buang disembarangan tempat.

Untuk membuat alat ini, kata Deitje hanya membutuhkan anggaran Rp 300 ribu saja. "Yang kami buat sudah 15 unit untuk awalnya. Sudah diserahkan ke Kepala Lingkungan VIII Kelurahan Kairagi Dua Kecamatan Mapanget. Semoga alat ini dapat membantu masyarakat. 

Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help