TribunManado/
Home »

News

Para Dokter Bilang Joging Boleh, Lari Jangan,  Apa Maksudnya?

Baru-baru ini, pernyataan dr Samuel Oetoro tentang bahaya lari berlebihan cukup mencuri publik.

Para Dokter Bilang Joging Boleh, Lari Jangan,  Apa Maksudnya?
Milan Stojanovic
Ilustrasi lari 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Baru-baru ini, pernyataan dr Samuel Oetoro tentang bahaya lari berlebihan cukup mencuri publik.

Dalam artikel berjudul "Jogging Boleh, Lari Berlebihan Jangan, Ini Alasannya", dokter nutrisi terkemuka itu mengungkapkan, lebih baik jalan cepat dan joging daripada lari.

Ia mengungkapkan, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan lari sebagai olahraga utama. Masalah sendi lutut hingga jantung bisa muncul karenanya.

Lari dengan intensitas tinggi—seperti menempuh jarak 10 km dalam 1 jam—lebih tidak dianjurkan lagi.

Dikonfirmasi Kompas.com pada Senin (13/11/2017), Samuel tetap mengungkapkan hal yang sama.

"Lari intensitas tinggi itu larinya cepat, kalau joging, kan, lari kecil. Itu masih oke, tapi yang terbaik adalah jalan cepat," ujar dr Samuel melalui sambungan telepon, Senin (13/11/2017).

Itu tidak hanya berlaku bagi orang dengan penyakit tertentu, seperti diabetes dan jantung, tetapi bagi semua orang.

Apakah Berarti Lari Benar-benar Dilarang?

Pernyataan Samuel menimbulkan pertanyaan. Apakah itu berarti lari benar-benar dilarang? Anda harus keluar dari komunitas lari dan tak boleh ikut maraton?

Lalu, intensitas tinggi itu seperti apa? Bagaimana menandai bahwa intensitas lari Anda tergolong tinggi?

Halaman
1234
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help