TribunManado/

Citizen Journalism

Pesta Demokrasi SMPN 1 Wori Sekelas Pilpres

Mereka mengikuti debat pendapat berdasarkan visi, misi dan program kerja masing-masing paslon

Pesta Demokrasi SMPN 1 Wori Sekelas Pilpres
ISTIMEWA
Para siswa dan guru SMP Negeri 1 Wori, Minahasa Utara, diabadikan dekat bilik suara seusai pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS, Kamis (9/10). 

Oleh:
Michael D Poluakan SFils MPd
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan/Pembina OSIS

ORGANISASI Siswa Intra Sekolah (OSIS) adalah wadah tempat siswa melatih diri dalam berorganisasi dan memimpin.

Dalam rangka melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, panitia kerja (pengurus) OSIS lama di bawah komando Amelia Tambuwun, Hendriko Pakpahan, Mutiara Ratu, Marcela Johanis, Natasya Mapalie, Indiva Mandiangan, Marcelino Danel, dan kawan-kawan, mengadakan pemilihan umum (pemilu) ketua dan wakil ketua OSIS baru.

Pesta demokrasi ini diikuti empat pasangan calon (paslon), yaitu nomor urut 1, Novita Barahama berpasangan dengan Edwin Singa; nomor urut 2, Injil Tiwow berpasangan dengan Viona Tindas; nomor urut 3, Fatika Lamusa berpasangan dengan Aprisilia Linggi; dan nomor urut 4, Cabelita Bukanaung berpasangan dengan Reinol Kalelis.

Hal yang menarik dalam kegiatan ini adalah tata cara pemilihannya mengikuti model pemilihan seperti pemilihan bupati dan wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur, atau presiden dan wakil presiden (eksekutif).

Panitia membuat persyaratan tahapan-tahapanya calon. Dimulai dari penjaringan calon dan pasangannya, kemudian pendaftaran paslon, lalu kampanye selama satu minggu.

Setelah itu mereka menjalani uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di tingkat dewan guru.

Selepas itu mereka mengikuti debat pendapat berdasarkan visi, misi dan program kerja masing-masing paslon.

Setelah itu masuk pada waktu pemilihan. Panitia mempersiapkan tempat pemungutan suara (TPS) dan seluruh siswa mencoblos paslon yang mereka sukai berdasarkan visi misi mereka.

Hal menarik lain adalah guru-guru juga terlibat dalam pemilihan ini, ikut mencoblos dan memberikan contoh serta teladan.

Kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran hidup berdemokrasi yang sudah mulai diajarkan dan ditanamkan sejak usia sekolah.

Kegiatan turut didukung kepala sekolah dan wakil kepala sekolah urusan kesiswaan. (*)

Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help