TribunManado/

PIKI Gelar Seminar Sejarah Kebudayaan Minahasa

PIKI gelar seminar Nasional kebangsaan dan sejarah kebudayaan lokal Minahasa di Benteng Moraya, Sabtu (11/11/2017).

PIKI Gelar Seminar Sejarah Kebudayaan Minahasa
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) gelar seminar Nasional kebangsaan dan sejarah kebudayaan lokal Minahasa dirangkaikan dengan pentas seni budaya Minahasa, di Benteng Moraya, Sabtu (11/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Budayawan Minahasa ajarkan soal budaya Minahasa dalam Seminar Nasional kebangsaan dan sejarah kebudayaan lokal Minahasa dirangkaikan dengan pentas seni budaya Minahasa, di  Benteng Moraya, Sabtu (11/11/2017).

Seminar yaang digelar oleh Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) ini menghadirkan Dirjen Kebudayaan Dr Hilmar Farid yang menyampaikan tentang kebudayaan, Sosiolog Pdt Richard Siwu,  Budayawan Sulut Fredy Parengkuan, Dr Ivan Kaunang Dosen Sejarah.

Nampak hadir beberapa LSM yang bergerak di bidang budaya Minahasa, juga masyarakat penggiat budaya di Minahasa.

Pada seminar tersebut usai penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk melontarkan pertanyaan kepada pemateri, beberapa masukkan sempat disuarakan semisal usulan untuk museum, jika menjadikan bahasa daerah Minahasa bebagai muatan lokal.

Meidy  Tinangon, Ketua panitia kegiatan ini mengatakan seminar ini untuk mengangkat nilai-nilai budaya dalam satu bingkai kebangsaan serta menggali dan mengangkat nilai-nilai sejarah besar perjuangan rakyat Minahasa melawan imprialisme dalam peristiwa Perang Tondano (1661-1809) .

"Tujuannya juga untuk memperkuat 4 pilar bangsa melalui nilai-nilai budaya lokal khususnya budaya Minahasa," jelasnya.

Serta untuk mengangkat nilai-nilai sejarah besar perjuangan rakyat Minahasa melawan imprialisme dalam peristiwa Perang Tondano (1661-1809) secara nasional.

"Hasilnya menjadi bahan masukan kepada pemerintah untuk dapat melestarikan dan mengembangkan situs sejarah Nasional, sekaligus mengangkat nilai-nilai sejarah besar perjuangan rakyat Minahasa melawan imprialisme dalam peristiwa Perang Tondano (1661-1809) secara nasional untuk dapat diterapkan dalam kurikulum nasional khususnya mata pelajaran sejarah yang bisa menjadi bahan referensi bagi lembaga pendidikan maupun akademisi di bidang ilmu sejarah," jelasnya.

Fendy Parengkuan, budayawan Minahasa menjelaskan bahwa jika hanya seminar seperti ini biasanya tidak ada follow up.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help