TribunManado/

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Ikut Evaluasi ADD Minahasa

Saat evaluasi mereka diberikan juga materi berupa pencegahan tindak pidana korupsi, peran auditor internal, dan urgensi dana desa

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Ikut Evaluasi ADD Minahasa
TRIBUNMANADO/ALPEN MARTINUS
Steven Kandou Wakil Gubernur Sulawesi Utara ikut melakukan evaluasi | Istimewa 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TONDANO, TRIBUN - Steven Kandou Wakil Gubernur Sulawesi Utara ikut melakukan evaluasi terhadap penggunaan dana desa di Minahasa saat menghadiri rapat koordinasi koordinasi dan evaluasi Sulut 2017, BPU Tondano, Rabu (9/11).

Evaluasi tersebut nampak dihadiri oleh Bupati Minahasa Jantje Sajow, Kapolres Minahasa AKBP Chris Pusung, Kadis PMD Sulut Royke Mewoh, Kadis PMD Minahasa Jeffry Sajow, pendamping desa, dan camat serta hukum tua di Minahasa.

Saat evaluasi mereka diberikan juga materi berupa pencegahan tindak pidana korupsi, peran auditor internal, dan urgensi dana desa dalam memperkuat BUMDes yang disampaikan oleh perwakilan Polda Sulut, Kejati, dan Pemkab Minahasa.

Steven Kandou menjelaskan bahwa evaluasi ini sangat penting karena lingkupnya seluruh ujung tombak di Minahasa yaitu para hukum tua.

"Sebab evaluasi dana desa ini juga bicara nominal yang tidak sedikit, Minahasa dapat Rp 200 miliar lebih khusus dana desa, memang sesuai dengan nawacita Presiden RI Jokowi yaitu membangun dari pinggiran yaitu di desa," jelasnya.

Ia menjelaskan, sudah 70 persen penanganan kemiskinan dan pengangguran di Minahasa menggunakan ADD."Makanya didukung dengan dana desa, sehingga perlu diberikan pencerahan terus," jelasnya.

Menurutnya, dana desa merupakan dana yang turun dari pusat yang harus digunakan dengan benar dan bertanggungjawab.
"Ini bukan dana dari langit yang peruntukkannya sesuka kita," jelasnya.

Menurut dia, sampai sekarang implementasi lapangan belum sempurna, sebab banyak tidak sesuai sasaran dan presisinya tidak tepat, biasanya disebabkan perencanaan kurang matang.

Menurutnya kelemahannya yaitu SDM yang kurang mumpuni dan ada mental pencuri."ADD sifatnya berkelanjutan, namun  jangan bermasalah hukum soal, karena Polres dan Kejaksaan mengawasi, juga ada TP4D," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help