Cindy Wowor Bangkitkan Kembali Kain Koffo

Mengikuti seminar mengenai kepunahan, Cindy Wowor Mengangkat kembali kain Koffo yang telah punah

Cindy Wowor Bangkitkan Kembali Kain Koffo
TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH
Mengangkat kembali kain Koffo yang telah punah, Selasa (7/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Cindy Wowor yang merupakan warga Manado tergerak hatinya untuk mengangkat kembali kain Koffo yang telah punah. Hal ini karena kain khas Sangihe dan Talaud sudah tidak diproduksi, hanya ada beberapa saja yang bisa menenunnya.

"Awalnya saya tergerak untuk mengangkat kembali kain koffo, karena beberapa wakru lalu mengikuti seminar mengenai kepunahan kain tersebut di Museum Tekstil di Jakarta," ujar Founder Cofo saat berkunjung ke Tribun Manado, Selasa (7/11/2017).

Pada saat itu ditampilkan buku mengenai hasil penelitian kain tersebut yang ditulis Steven Simolang. Kemudian untuk mengetahui lebih jelas lagi, dia mengenai peneliti tersebut agar mendapatkan keterangan yang jelas. Selain itu, dirinya juga memeroleh keterangan dari Museum Tekstil. "Saya tergerak, karena berasal dari Sulut, tak ingin hasil kebudayaan punah begitu saja. Saya merasa prihatin," ungkapnya.

Pada bulan maret 2017 yang lalu telah melakukan survey lebih mendalam khususnya di Talaud untuk menggali informasi, tatap muka dan diskusi dengan kelompok-kelompok desa, yang kegiatannya difasilitasi oleh pemerintah kabupaten Kepulauan Talaud melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

"Berdasarkan hasil seminar tersebut dan Survey lapangan di kabupaten kepulauan talaud saya langsung melakukan Audience dengan Bapak Gubernur Sulawesi Utara atas Punahnya kain Koffo dan akhirnya saya mendapat lampu hijau untuk revitalisasi kain Koffo kembali," kata Cindy Wowor.

Dan akhirnya pada April 2017 yang lalu, saya mendirikan COFO untuk pengembangan dan pelestarian kain tenun Koffo sebagai salah satu nilai nilai budaya bangsa dari Provinsi Sulawesi Utara yang sempat punah,dengan menggunakan bahan kapas dan modern lainnya dengan mempertahankan ragam hias asli Koffo serta modifikasi baru yang dikembangkan sebagaimana aslinya pada masa lalu.

"Disamping itu juga kedepan COFO akan melakukan pelatihan penenunan kepada masyarakat di Talaud yang rencananya pada masing masing kecamatan ada kelompok tenun Koffo sehingga dapat mendukung tingkat produktivitas serta kualitas," ungkap Cindy Wowor.

Dia ingin nantinya kain Koffo bisa untuk mendukung pariwisata yang saat ini sedang naik.

Pemred Tribun Manado Sigit Sugiharto didampingi Manager Produksi Aswin Lumintang dan Redaktur Ekonomi Fernando Lumowa mengungkapkan mendukung niat dari Cindy Wowor yang akan mengangkat kembali kain koffo. "Ini merupakan niat mulia, kami akan mendukung penuh," katanya.

Penulis: Herviansyah
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved