TribunManado/

Citizen Journalism

Bersih-bersih di Bukit wisata Doluoong Jadikan Sumpah Pemuda Tahun Ini Tak Terlupakan

Dari puncak bukit terlihat jelas bentangan perkebunan Modoinding yang diapit oleh Danau Mooat yang teduh dan Gunung Ambang yang penuh bebatuan putih.

Bersih-bersih di Bukit wisata Doluoong Jadikan Sumpah Pemuda Tahun Ini Tak Terlupakan
ISTIMEWA
Para peserta diabadikan di sela kegiatan bersih-bersih bukit wisata Doluoong, Modoinding, Sabtu (28/10). Kegiatan ini merupakan wujud peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar PK Komcab Minsel bersama unsur TNI dan pasukan adat Toar Lumimuut. 

Oleh:
Rafael Sumolang
Anggota Pemuda Katolik Komisariat Anak Cabang Modoinding

PERINGATAN Sumpah Pemuda ke-89 tahun ini, bagi saya begitu berbeda dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini bukan saja ceritanya yang menarik, tapi juga ada kesan kental yang membekas dalam diri saya setelah ikut memperingati Sumpah Pemuda bersama Pemuda Katolik (PK) Komisariat Cabang (Komcab) Minahasa Selatan (Minsel).

Kami memperingati Sumpah Pemuda di bukit wisata Doluoong. Bukit Doluoong adalah bukit yang terletak di Modoinding, Kabupaten Minsel.

Dulu, saat Bupati Ramoy M Luntungan menjabat, jalan menuju bukit ini diaspal, di puncaknya dibangun dua buah rumah panggung, dan namanya diganti menjadi Kuntung Ramoy.

Saat itu bukit ini ramai dikunjungi wisatawan karena lokasinya indah, hawanya sejuk dan dari puncak bukit terlihat jelas bentangan perkebunan Modoinding yang diapit oleh Danau Mooat yang teduh dan Gunung Ambang yang penuh bebatuan putih.

Sayangnya akhir-akhir ini bukit wisata itu tidak terawat dan rusak.

Mungkin karena alasan ini, PK Minsel bersama Komac Modoinding, unsur TNI, dan pasukan adat Toar Lumimuut berinisiatif memperingati Sumpah Pemuda dengan mengadakan aksi pembersihan bukit dan penanaman bibit pohon.

Aksi ini sungguh meninggalkan kesan tersendiri bagi saya.

Bagaimana tidak, selama ini sebagian waktu saya sebagai pemuda hanya terisi dengan chating dan online berjam-jam di media sosial, piknik bersama teman-teman, dan kegiatan hura-hura lain.

Tapi lewat aksi peduli lingungkan ini saya diberi kesempatan memberi untuk negeri ini.

Halaman
12
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help