TribunManado/
Home »

Opini

Opini

Kasus Meninggalnya Ibu dan Bayi di Kotamobagu Semoga Ini yang Terakhir

Kasus kematian ibu dan bayi di Sulawesi Utara kembali bertambah, tahun ini menjadi 25 kasus.

Kasus Meninggalnya Ibu dan Bayi di Kotamobagu Semoga Ini yang Terakhir
grid.id
ibu dan bayi 

Kasus kematian ibu dan bayi di Sulawesi Utara kembali bertambah, tahun ini menjadi 25 kasus. Kejadian terakhir menimpan pasien perempuan, Reni Tonote dan bayi dalam kandungan berusia sembilan bulan di RSUD Kota Kotamobagu.
Pihak keluarga memang telah mengikhlaskan tak akan membawa kasus ini ke ranah hukum, meski begitu kejadian ini sekali lagi menunjukkan jika masalah pelayanan kesehatan di Sulawesi Utara masih harus mendapat perbaikan.
Reni sebelumnya mengeluh sakit di perut dan dibawa ke Puskesmas Mopuya untuk menjalani persalinan. Setelah tiga jam tak juga melahirkan, Reni dirujuk ke RSUD Kotamobagu.
Tiba di RSUD Kotamobagu, dokter menyarankan untuk operasi. Namun Reni dan bayi dalam kandungannya meninggal saat proses penangan di rumah sakit
Ditemui di rumah kediaman di Desa Dumara Dusun III Kecamatan Dumoga Tenggara Kabupaten Bolmong, pihak keluarga menegaskan peristiwa kematian yang dialami anggota keluarga bukan karena tidak mendapat penanganan dari rumah sakit.
Raiya menjelaskan, rumah sakit sempat menangani seperti memasang infus dan lainnya. Hanya saja keluarga mempersoalkan mengenai proses operasi yang lambat, waktu yang harusnya bisa digunakan untuk operasi hanya di ulur-ulur sementara pasien sudah sangat butuh pertolongan.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kotamobagu Wahdania Mentang menjelaskan bahwa tak benar jika rumah sakit atau dokter mengulur-ulur waktu operasi,
Mengenai pelayanan yang dikeluhkan keluarga korban yaitu pihak rumah sakit lebih mengutamakan administrasi dulu ketimbang tangani pasien yang dalam kondisi sudah gawat, Mentang mengatakan hal itu untuk mempersiapkan sejumlah hal, seperti persiapan darah sebelum operasi dan lainnya.
Terkait soal administrasi sudah dipenuhi keluarga korban namun operasi tak juga dilaksanakan, Mentang mengatakan dokter pasti memiliki pertimbangan medis.
Nyawa Reni dan bayinya tak mungkin kembali, sehingga keluhan dari pihak keluarga sudah seharusnya mendapat perhatian dan pengecekan.
Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) akan memanggil manajemen RSUD Kotamobagu untuk dimintai penjelasan mengenai kasus kematian ibu dan bayinya saat penanganan di RS tersebut.
Diharapkan keterangan direktur rumah sakit bisa memperjelaskan persoalan yang terjadi.
Lidya Tulus Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan mengungkapkan bahwa, sejauh ini Dinas Kesehatan belum bisa berkomentar sebelum ada penjelasan dari RSUD Kotamobagu.
Tapi dirinya memastikan, Kamis depan Badan Pengawas RS akan panggil Direktur RS Kotamobagu untuk meminta penjelasan rinci .
Semoga kasus meninggallnya Reni dan bayinya yang terakhir di Sulawesi Utara (*)

Penulis: David_Kusuma
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help