Polda Sita Merkuri dari Tambang Ratatotok, Penambang dan Pengusaha Resah

"Iya ada satgas Polda Sulut yang melakukan penyitaan merkuri. Tapi untuk jumlah sitaan kita belum tahu, sebab tak ada koordinasi ini satgas khusus,"

Polda Sita Merkuri dari Tambang Ratatotok, Penambang dan Pengusaha Resah
TRIBUNMANADO/VALDY SUAK
Warga Ratatotok, Mitra, mengumpulkan limbah tambang untuk diolah kembali pada Senin (18/9/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Manado Valdy Vieri Suak

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Dua hari terakhir para penambang dan pengusaha pengelolaan emas gempar.

Pasalnya, satuan tugas (Satgas) Polda Sulawesi Utara (Sulut) menyita merkuri (air perak) yang digunakan dalam proses pengelolaan emas.

Penyitaan merkuri ini dibenarkan Kapolsek Ratatotok, Iptu Sam Arikalang. Katanya, hal tersebut sesuai instruksi Presiden dalam penghapusan merkuri.

"Iya ada satgas Polda Sulut yang melakukan penyitaan merkuri. Tapi untuk jumlah sitaan kita belum tahu, sebab tak ada koordinasi ini satgas khusus," jelasnya.

Katanya, sejak dilakukan penghapusan Merkuri, maka peredaran merkuri dinyatakan ilegal. "Dan ini bukan hanya di Sulut tapi seluruh Indonesia," jelasnya.

Hal ini pun dirasakan penampang dan pengusaha sangat merugikan, pasalnya banyak mata pencaharian akan putus.

"Kalau tidak ada merkuri batu mau diolah bagaimana. Kita hanya pakai untuk kelola emas, bukan hal lain," kata seorang pengusaha.

Katanya, ribuan penambang yang mengadu nasib akan kesusahan.Kalau sudah tidak bisa dikelola bagaimana lagi nasib penambang.

"Kalau tak ada penambang, tak ada pengusaha, sopir angkutan Rambo pun pasti hilang. Jadi banyak sumber mata pencaharian akan hilang," jelasnya

Halaman
12
Penulis: Valdy Suak
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved