TribunManado/

Mentan Amran Berencana Kembangkan Peternakan Sapi di Kepulauan Aru

Mentan Amran Sulaiman rencana gandeng investor lokal untuk pengembangan peternakan Sapi di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

Mentan Amran Berencana Kembangkan Peternakan Sapi di Kepulauan Aru
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman menghadiri acara Rapat Koordinasi Perbenihan/Pembibitan Wilayah Sulawesi di Hotel Clarion, Senin (31/7/2017). Amran Sulaiman berniat mengembalikan kejayaan rempah-rempah nasional. Caranya, dengan menyiapkan Rp 5,5 triliun untuk membeli jutaan bibit rempah-rempah. tribun timur/muhammad abdiwan 

KEPULAUAN ARU, TRIBUNMANADO.CO.ID - Mentan Amran Sulaiman rencana gandeng investor lokal untuk pengembangan peternakan Sapi di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. "APBD daerah terbatas, oleh karena itu ada dua cara lain yang bisa ditempuh, pertama dengan menggandeng investor, kedua, tidak ada lagi impor (daging)" ungkap Mentan Amran saat pertemuan bersama masyarakat Kepulauan Aru, Maluku, Jumat (27/10/2017).

Mentan Amran meminta pemerintah daerah dan masyarakat Kepulauan Aru untuk mendukung investasi bidang
peternakan sapi yang akan berjalan dalam
waktu dekat ini.

"Seperti bertamu ke rumah orang, jika penghuni rumahnya berkelahi, maka tamu akan segan untuk datang ke rumah itu. Begitu juga dengan para investor ini, mereka adalah tamu yang akan berinvestasi, makanya harus kita terima dengan baik (investor), karena dengan adanya investor tentu akan membangun perekonomian masyarakat ke depannya", terang Amran.

Amran juga menjelaskan mengenai alasan pemilihan lokasi di Kepulauan Aru ini, "Karena iklim antara Australia dengan perbatasan Kepulauan Aru relatif sama, juga di sini ditemukan Kangguru, ini sangat berpotensi untuk pengembangan ternak sapi" ungkap Amran.

Ditambahkannya, "Sebagai stimulan, kami berikan 200 sapi, selanjutnya memberikan inti plasma pada masyarakat. Masyarakat dikasih indukan, anaknya diambil masyarakat lalu setelah anaknya besar dijual kepada investor".

"Jika sapi-sapi ini tidak sampai ke sini, bapak ke Jakarta temui saya, saya bayar (sapi nya) dan saat bapak datang, Direktur Peternakan nya sudah saya ganti", tegas Amran menjawab pertanyaan Luther, salah satu tokoh masyarakat Kepulauan Aru yang mempertanyakan komitmen Mentan Amran terhadap janjinya.

Selain memberikan 200 sapi, Amran juga menyerahkan 5000 ekor ayam untuk dipelihara oleh masyarakat Kepulauan Aru.

Dan untuk mendukung percepatan rencana pengembangan peternakan sapi, Amran dengan lugas menyatakan akan memberikan bantuan alat mekanis peternakan sapi.

"Dan kami akan berikan 10 traktor untuk masyarakat yang nantinya akan digunakan bersama-sama" tegasnya dihadapan masyarakat Kepulauan Aru, yang turut dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua.SH, Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga dan Wakil Bupati Muin Sugalrey, Kapolda Maluku Deden Juana,
Dirlantas Maluku Kombes Heru,
Direskrim Maluku Kombes Gupukh dan Kapolres Kepulauan Aru AKBP Adolok Bormasa.

Wakil Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua SH, disela pertemuan mengatakan, "Kami sangat menyambut baik rencana pengembangan peternakan sapi ini, memang lokasi dan iklim di sini sangat menguntungkan bagi peternakan sapi" ungkapnya.

Hal senada pula disampaikan oleh Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga, "Dengan adanya investor, pastinya akan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat, lahan yang tadinya tidak produktif dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan pendapatan daerah. Kami sangat mendukung rencana ini" ungkapnya.

Sehari sebelumnya, Mentan Amran juga melakukan dialog bersama petani jagung di Kelurahan Siwalima, Kabupaten Kepulauan Aru. Amran menargetkan kepada Pemerintah Daerah Kepulauan Aru agar areal penanaman jagung yang saat ini hanya seluas 1000Ha, ditambah menjadi 5000Ha.

Untuk mendukung hal itu, melalui Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, Amran memberikan bantuan sebanyak 10 traktor, "Bupati urus langsung, dalam waktu dekat sudah harus di sini" tegas Amran.

Kehadiran Mentan Amran di Kepulauan Aru selama dua hari telah menghasilkan beberapa kebijakan kongkrit, "Ini cara kerja kami, kami tidak akan datang berjanji jika tidak jelas hasilnya" pungkas Amran.(dino musida)

Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help