TribunManado/

Stegodyphus dumicola - Laba-laba Paling Durhaka di Dunia

Membesarkan anak bukan tugas yang mudah. Hal ini juga bisa berlaku di dunia satwa, seperti kasus laba-laba beludru (Stegodyphus dumicola) ini.

Stegodyphus dumicola - Laba-laba Paling Durhaka di Dunia
Anja Junghanns
Sekumpulan laba-laba beludru 

TRIBUNMANADO.CO.ID -- Membesarkan anak bukan tugas yang mudah. Hal ini juga bisa berlaku di dunia satwa, seperti kasus laba-laba beludru (Stegodyphus dumicola) ini.

Meski sang induk sudah susah payah menjaga dan merawat, anak-anak laba-laba rupanya tidak ambil pusing dan akan memakan induknya sendiri ketika mereka mulai kehabisan persediaan makanan.

Sebuah studi mengenai laba-laba beludru mengungkapkan jika induk akan menyerahkan tubuh mereka untuk menjadi bahan makanan bagi anak-anak mereka sendiri.

Tidak hanya itu saja, peneliti juga mengungkap jika laba-laba betina yang belum kawin akan membantu induk menjalankan tugas sebagai ibu, termasuk bergabung dalam ritual mematikan yang dikenal dengan sebutan matriphagy.

"Tidak terlihat adanya penyerangan. Yang lebih terlihat justru betina yang mengundang anak-anak untuk memberi mereka makanan," kata Trine Bilde, ahli biologi dari Aarhus University di Denmark seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (20/9/2017).

Tim peneliti melakukan sekitar 200 eksperimen selama 10 minggu untuk mengamati fenomena mengerikan ini. Eksperimen ini melibatkan induk laba-laba dan juga laba-laba betina yang belum kawin di sarang yang terisolasi.

Kemudian, peneliti mengamati bagaimana keluarga laba-laba itu merawat telur, memberi makan, dan puncaknya adalah memberikan diri sendiri untuk dimakan oleh generasi berikutnya.

Menurut hipotesis dari tim, perilaku ini adalah bentuk mekanisme evolusi. "Semakin banyak gen yang menyebar ke generasi berikutnya, justru semakin baik. Jadi, mengorbankan tubuh sebagai makanan adalah solusi evolusioner yang masuk akal," jelas Bilde.

Pengorbanan si induk laba-laba ini pun ternyata juga tak pilih-pilih. Fakta ini ditemukan oleh Jonathan Pruitt ahli ekologi dari University of California, Santa Barbara, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Dia memaparkan jika S dumicola sepertinya tidak cukup pintar untuk mengenali milik siapakah anak atau telur yang ada di tempat tinggal mereka. Namun, yang jelas sang induk akan memperlakukan telur atau anak itu sama saja.

"Saya menduga bahwa betina tidak mampu membedakan antara telur mereka atau milik betina lain," kata Pruitt.

Alasannya mungkin karena laba-laba beludru adalah spesies laba-laba sosial. "Jadi mereka tinggal dalam sebuah koloni yang terdiri dari kerabat dekat, bahkan jika betina bertelur, mereka tak segan membantu kerabat lainnya," imbuh Pruitt.

Editor: Try Sutrisno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help