Bank SulutGo-OJK Edukasi Inklusi Keuangan ke Siswa

Bank SulutGo bekerja sama dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK) melakukan sosialisasi

Bank SulutGo-OJK Edukasi Inklusi Keuangan ke Siswa
Herviansyah
Bank SulutGo bekerja sama dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK) melakukan sosialisasi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Bank SulutGo bekerja sama dengan Otoritas Jasa keuangan (OJK) melakukan sosialisasi dan edukasi inklusi keuangan kepada siswa sekolah. Hal ini dilakukan agar semakin paham.

"Kami melakukan sosialisasi kepada siswa Sulut agar memahami jasa keuangan ke berbagai sekolah," ujar Direktur Operasional Bank SulutGo, Welan Palilingan, Rabu (25/10/2017).

Welan menambahkan untuk saat ini pihaknya memberikan edukasi soal inklusi keuangan kepada siswa SMK Parna Raya. "Edukasi sejak dini diberikan pemahaman soal literasi keuangan maka inklusi keuangan di Sulut akan meningkat," ungkapnya.

Dalam edukasi yang dilakukan di Aula Bank SulutGo dihadiri 100 siswa SMK Parna Raya yang diedukasi dan diharapkan bisa memanfaatkan jasa untuk membayar SPP dan sebagainya. Dengan demikian industri perbankan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Kepala OJK Sulut Gorontalo Maluku Utara (Sulutgomalut) Elyanus Pongsoda mengungkapkan kegiatan yang dilakukan Bank SulutGo ini sebagai implementasi program strategis OJK dalam meningkatkan inklusi keuangan, melalui tabungan Simpanan Pelajar (Simpel). "Hal ini karena pada Oktober ini ditetapkan sebagai bulan inklusi keuangan," ujarnya.

Edukasi metode ini pula, katanya, akan menjadi salah satu cara untuk mengikis pola konsumtif masyarakat dalam jangka panjang. Bank SulutGo mengumpulkan sekitar 100 siswa SMK Parna Raya dimana sekolah ini menjalin kerja sama dalam pembayaran SPP. "Nantinya para siswa memiliki kesadaran untuk menabung," katanya.

Dengan demikian menjadi satu di antara scara untuk mengikis pola konsumtif masyarakat dalam jangka panjang.

Saat ini masih banyak pelajar yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan terhadap produk dan layanan jasa keuangan, sehingga berdampak hanya sedikit pelajar yang memanfaatkan produk dan layanan yang tersedia.

Faktor lain karena tidak tersedianya produk keuangan yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik seorang pelajar seperti belum memiliki KTP, memiliki uang yang relatif sedikit untuk menabung, dan juga ingin memiliki tabungan yang atas namanya sendiri.

Simpel hadir dengan fitur yang mudah dan sesuai dengan karakteristik pelajar, seperti setoran awal hanya Rp5.000 untuk Simpel konvensional dan Rp1.000 untuk Simpel Syariah, setoran selanjutnya minimum hanya Rp1.000, dan tentunya menggunakan nama pelajar sendiri. (erv)

Penulis: Herviansyah
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help