TribunManado/

Citizen Journalism

Bunkasai Unima 2017: Daya Pikat Cosplayer Manado yang Berbakat nan Kreatif

Festival Budaya Jepang ini masuk dalam daftar acara yang wajib saya datangi.

Bunkasai Unima 2017: Daya Pikat Cosplayer Manado yang Berbakat nan Kreatif
Hans Widjaya

Reportase Hans Widjaya
Penggemar Cosplay

SAYA langsung meminta tukar off kepada teman di kantor setelah mengetahui Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima) kembali menggelar Bunkasai Unima.

Festival Budaya Jepang ini masuk dalam daftar acara yang wajib saya datangi.

Acara ini merupakan event tahunan FBS Unima yang digelar di kampus mereka di Tondano, Kabupaten Minahasa.

Tahun ini mereka menggelarnya selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis (11-12/10). Agenda utamanya tentu saja penampilan seni dan budaya yang kental dengan nuansa Jepang.

Ada lomba dan penampilan dari mahasiswa. Panitia pelaksana juga mengundang sekolah-sekolah dan komunitas di Sulut untuk mengikuti kegiatan itu.

Beberapa lomba yang digelar antara lain, mading 3D, cerdas cermat anime, dance, design character, solo singer, Jstyle, cosplay, dan masih ada beberapa lomba lainnya.

Sementara mahasiswanya, menampilkan tarian jepang, parade cosplay, karate, band, dan roleplay. Acara yang paling saya tunggu adalah cosplay.

Tak salah memang panitia memosisikan lomba cosplay di akhir acara. Para cosplayer Manado yang berbakat memberikan penampilan yang memuaskan dengan kreatifitas mereka.

Saya seakan tak mau beranjak, namun semuanya tentu tetap ada akhirnya.

Oh, ya, selain lomba cosplayer, pada Bunkasai Unima kali ini juga ada penampilan dari penari kabasaran.

Ini sebagai bentuk kebanggan panitia terhadap budaya sendiri. Yup, inilah sebagai kearifan lokal.

Bagi mereka pecinta makanan, pada festival ini juga tidak akan sampai kelaparan. Beberapa stand menawarkan makanan khas Jepang.

Bagi pecinta Doraemon, pasti kenal dengan Dorayaki, nah ada stan yang menjual makanan kesukaan Doraemon ini.

Kalau suka dengan pernak-pernik, ada juga yang berjualan aksesori. Ada juga stan yang menyewakan kostum untuk pengunjung.

Cukup merogoh kocek dan mengeluarkan Rp 20-25 ribu, maka pengunjung sudah bisa mencoba kostum-kostum unik nan lucu.

Yang tak ketinggalan tentu saja berbagai macam budaya Jepang dari kimono, tarian tarian festival di Jepang, sampai tata cara jamuan teh di Jepang yang sangat formal.

Setelah dua hari menikmati Bunkasai Unima, saya sangat puas. Semoga tahun depan lebih seru lagi. Tak sabar untuk menunggunya. Mata rainen!

Editor: Edi Sukasah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help