TribunManado/

Piala Dunia 2018

Lewat Media Sosial ISIS Beri Teror, Akan Serang Piala Dunia Rusia 2018

Lewat media sosial ISIS menyebarkan foto seorang pria membawa senapan serbu dan sebuah gambar bom dengan bendera hitam ISIS.

Lewat Media Sosial ISIS Beri Teror, Akan Serang Piala Dunia Rusia 2018
Mirror
Sebuah foto yang dirilis ISIS ke media sosial menampilkan ancaman terhadap perhelatan Piala Dunia 2018 di Rusia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terusir dari kota Mosul, Irak dan Raqqa, Suriah ternyata tak membuat ISIS benar-benar mati.

Nyatanya, kelompok pimpinan Abu Bakr al-Baghdadi itu kembali melancarkan ancaman kali ini terkait putaran final Piala Dunia 2018 diRusia.

Lewat media sosial ISIS menyebarkan foto seorang pria membawa senapan serbu dan sebuah gambar bom dengan bendera hitam ISIS.

Foto pria bersenjata itu kemudian dibuat seolah dia berdiri di depan Volgograd Arena sebuah stadion sepak bola di wilayah selatan Rusia

Selain itu, sebuah gambar logo Piala Dunia melengkapi foto tersebut sehingga membuat ancaman ISIS semakin nyata.

Piala Dunia 2018 digelar di 11 kota Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli dengan partai final digelar di Stadion Luzhniki, Moskwa.

Ratusan ribu penggemar sepak bola diperkirakan bakal membanjiri Rusia untuk mendukung tim kesayangan mereka.

Pada April lalu sebuah bom koper meledak di stasiun kereta api bawah tanah di kota terbesar kedua Rusia, St Petersburg dan menewaskan 14 orang.

ISIS mengklaim ledakan bom itu merupakan balasan serangan udara Rusia di Suriah. Rusia memang dikenal sebagai sekutu utama Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Pekan lalu, ISIS juga merilis foto propaganda yang menampilkan foto Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dipenuhi lubang peluru.

Foto itu disebar lewat situs-situs pro-ISIS dan layanan pesan Telegram yang mengajak para pendukungnya mengambil kesempatan apapun untuk menyerang AS dan Rusia.

Selama ini banyak warga Rusia dan bekas Uni Soviet, terutama dari wilayah-wilayah di Asia Tengah, pergi ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Sejumlah pakar meyakini tak kurang dari 2.400 warga Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet bergabung dengan ISIS hanya sepanjang 2015.

Editor: Try Sutrisno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help