TribunManado/

Bolmong Miliki 4.000 Penerima BSM

Ati hanya menyewa rumah kos dan tinggal bersama buah hatinya yang duduk di sekolah dasar.

Bolmong Miliki 4.000 Penerima BSM
Antara
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Ati hanya menyewa rumah kos dan tinggal bersama buah hatinya yang duduk di sekolah dasar. Ibu paruh baya ini pun hanya mengandalkan uang kiriman suaminya yang bekerja sebagai nelayan di Bitung.

Memang sekolah anaknya di Lalow, Lolak gratis. Namun kadang ia harus meminjam uang pada keluarganya untuk memberi jajan anaknya ke sekolah.

Ati mengaku kesulitan dengan kondisi ini. Ia bercerita beberapa waktu anaknya tak mau ke sekolah karena tak ada jajan. Saat itu, ia memang tak punya uang sama sekali.

Ia mengaku akan merasa ringan kalau ada bantuan dari pihak manapun. Selama ini ia belum pernah mendapat bantuan bagi anaknya, berupa bantuan siswa miskin. "Selama ini belum pernah," ujarnya, Selasa (17/10)

Komisi III DPRD Bolaang Mongondow mengatakan banyak anak-anak usia sekolah di Bolmong yang seharusnya mendapat jatah Bantuan Siswa Miskin, tak pernah merasakan sama sekali bantuan ini.

Masri Masenge, Ketua Komisi mengatakan sudah seharusnya Dinas Pendidikan Bolmong mendata kembali siapa-siapa penerima BSM ini. Jangan sampai bantuan selama ini tak tepat sasaran. Sementara banyak siswa miskin yang tak dapat bantuan.

"Selain penerima BSM, yang penting juga adalah siswa berprestasi. Pemerintah harus memerhatikan mereka. Saya amati banyak yang belum dapat penghargaan karena prestasinya," jelasnya.

Kepala Dinas Djafar Paputungan mengonfirmasi, saat ini Bolmong memiliki 4.000 siswa SD, SMP dan SMA yang menerima bantuan siswa miskin. Data ini per tahun 2017.

Saat ini Dinas Pendidikan Bolmong tengah memverifikasi kembali data-data penerima BSM ini. Djafar mengatakan saat ini tengah mengumpulkan para kepala sekolah.

"Data yang akan terkumpul akan kami sinkronkan kembali, untuk mendapat bantuan dari kementerian. Kita akan lihat kembali datanya apakan akan naik atau turun," ujarnya.

Djafar mengakui, pendataan kembali ini penting. Jangan sampai ada penerima BSM yang tak lagi wajar mendapat BSM, tapi masih menerima.

"Makanya saya tekankan pada kepala sekolah, data baik-baik penerima ini. Jangan sampai tak tepat sasaran. Kami berupaya agar siswa benar-benar miskin terdata sebagai penerima BSM," jelasnya. (fin)

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help