Porprov dan Kebangkitan Olahraga

RIBUAN atlet dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara selama sepekan bersaing sehat, untuk menjadi yang terbaik

Porprov dan Kebangkitan Olahraga
TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI
Kota Tomohon menjadi juara umum Cabang Olahraga Tenis Meja di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX 2017 di Kabupaten Minahasa. 

RIBUAN atlet dari kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara selama sepekan bersaing sehat, untuk menjadi yang terbaik pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara (Porprov Sulut).
Hingga akhir Porprov, Manado keluar menjadi juara umum, perolehan medali hingga Minggu, Manado mengumpulkan 71 emas, 24 perak dan 28 perunggu, disusul Minahasa dengan 33 emas, dan Bitung 12 emas.
Pembukaan pada Senin (9/8) lalu, dilakukan Gubernur Sulut Olly Dondokambey, dihadiri Wagub Steven Kandou, Forkopimda Sulut, anggota DPR RI, ketua DPRD Sulut, bupati dan wali kota di Sulut, tamu undangan lain, serta masyarakat Minahasa.
Porprov ini merupakan jawaban atas dahaga kejuaraan olahraga di Sulawesi Utara, sebab Porprov ini digelar 16 tahun lalu, baru dilaksanakan lagi.
Meski menimbulkan pro dan kontra, karena tak mempertandingkan cabang olahraga renang, Porprov yang rutin digelar niscaya akan membangkitkan gelora olharaga di Sulut. Semua kabupaten dan kota akan berlomba-lomba menghasilkan atlet berprestasi, diharapkan tentu tercipta satu dua atlet andal, setidaknya bisa berprestasi di tingkat PON.
Porprov yang dilakukan dua tahun sekali ini bermanfaat untuk pembinaan dan pengembangan olahraga, sebab Porprov merupakan bagian pengembangan prestasi olahraga.
Olly bahkan menjanjikan juara umum akan dianggarkan nanti Rp 10 miliar, juara kedua akan diberikan Rp 5 miliar, juara ketiga akan diberikan Rp 2,5 miliar, dan peserta yang ikut Rp 1 miliar.
Tak hanya itu, daerah juga berlomba memberikan bonus dan penghargaan.
Apalagi, prestasi Sulut di PON memang terus menurun, PON Jabar tahun lalu Sulut malah berada di peringkat 31 dari 34 Provinsi Peserta. Sulut hanya memperoleh 1 medali emas dan 8 perunggu, bahkan Sulut disalip Gorontalo yang notabene, dulunya satu provinsi dengan Sulut.
Tentu penyelenggaran Porprov harus dibarengi dengan pembinaan di setiap cabang olahraga, karena banyak atlet Sulut yang berpindah ke daerah lain, karena Cabor yang memayungi atlet tak berkembang, bahkan tak ada perhatian dari pemerintah daerah. (*)

Penulis: David_Kusuma
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help