Kisah Pemilihan Pelayan Khusus GMIM di Minsel, Anak-anak Muda, Contohlah Oma Marrie

Pesta demokrasi iman pemilihan Pelsus Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Sinode diadakan secara serentak di sejumlah kabupaten/kota.

Kisah Pemilihan Pelayan Khusus GMIM di Minsel, Anak-anak Muda, Contohlah Oma Marrie
Kantor Sinode GMIM 

 

Pesta demokrasi iman pemilihan Pelayan Khusus (Pelsus) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Sinode diadakan secara serentak di sejumlah kabupaten/kota.

 

BERBAGAI persiapan sudah dilakukan sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan, mulai dari  dari tingkat jemaat hingga kolom‑kolom.

Satu di antaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tak seperti biasa, ada TPS yang dibuat menarik dan unik. Seperti yang terlihat di Kolom 11 Jemaat GMIM Efrata Ratatotok. TPS yang biasanya hanya dilengkapi dengan kardus berbungkus kertas putih.

Tapi di kolom tersebut TPS dibuat menyerupai hiasan ulang tahun. Balon warna‑warni menghiasi dinding‑dinding TPS, pita‑pita dilengkapi mengelilingi balon‑balon yang menjadi penghias. Meja pun dipasang kain warna‑warni begitu juga dengan kotak suara, tampak dililit pita merah. Dedi Ante anggota Kolom mengaku sengaja mempersilakan hiasan tersebut. "Kita buat untuk menunjukan antusias kami dalam menyambut pesta iman ini," katanya.

Menurutnya, hal tersebut bukan hanya menjadi hiasan semata. "Tapi lebih daripada itu kita lebih memaknai pemilihan ini sebagai bentuk kebersamaan dalam berjemaat," ungkapnya.

Jemaat juga terlihat sangat antusias, termasuk para lansia. Di tengah usia senja para lansia ini terlihat semangat menyalurkan hak pilih. Seperti yang dilakukan Oma Marrie Lumintjewas yang ada di Kolom 3. Saat namanya dipanggil untuk memilih, ia langsung berdiri. Ditemani suami ia mengambil kertas suara, menulis nama dan memasukannya ke dalam kotak suara.

Dia mengatakan, sudah kewajiban menyalurkan suara. "Ini menjadi bagian dalam berorganisasi Gereja. Sudah keharusan hadir dan memilih," katanya.

Menurutnya, hal ini juga menggambarkan semangat di usia senja. "Dan kami harap mampu menjadi contoh bagi yang muda. Sehingga mampu berpartisipasi dalam persekutuan bergereja," ungkapnya.

Sementara itu Pendeta Jemaat GMIM Efrata Belly Pangemanan mengatakan, agar Pelsus terpilih siap melayani. "Sebab dasar pelayanan Gereja adalah Yesus sendiri," katanya.

Sebab katanya, seluruh kehidupan Yesus menunjukkan kehadiran untuk mengabdi dan menghamba. "Dan ini juga diharapkan menjadi contoh bagi Pelsus yang terpilih. Walau melayani bukan hal mudah, namun diyakini mampu dimampukan oleh sang pemilik Gereja yaitu Kristus," ungkapnya.

Kepada Jemaat ia juga berharap agar pesta demokrasi iman mampu dihargai. "Bagi jemaat juga tentunya menggumuli proses pemilihan dan menghargai hasilnya," jelasnya.

Ia pun berharap agar dalam setiap keadaan dan keputusan mampu didoakan Jemaat. "Pemilihan hanyalah upaya gereja memenuhi kehendak Tuhan. Sehingga dalam proses ini jemaat diharapkan utk mendoakannya," tandas Pangemanan. (valdi suak)

Penulis: Valdy Suak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help