TribunManado/

Pemkab Naikkan Anggaran Bencana 2018, Ahadin Sebut Banjir Lebih Sering

"Padi warga terancam gagal panen jika banjir. Dampak banjir di bakan memang sangat meresahkan kami,"

Pemkab Naikkan Anggaran Bencana 2018, Ahadin Sebut Banjir Lebih Sering
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Saat banjir di Dumoga dan Lolayan, debit air di sungai dari jembatan Kaiya tinggi. foto diambil beberapa waktu lalu, saat banjir melanda 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Ahadin Mamonto was-was ketika hujan mengguyur Bolaang Mongondow dan sekitarnya. Kekhawatirannya semakin menjadi-jadi jika hujan berintensitas tinggi dan lama.

Ahadin sudah bisa memastikan, banjir akan melanda desanya, Bakan, Kecamatan Lolayan. Bakan merupakan langganan banjir setiap saat. Ahadin dan warga langsung bersiap mengamankan barang-barang jika hujan sudah mengkhawatirkan.

Banjir akan sampai ke pemukiman warga. Bahkan bisa hingga dada orang dewasa. Agustus dan September 2017 lalu, menjadi banjir terparah di sepanjang tahun.

Ahadin yang adalah legislator DPRD Bolmong dari PAN ini pun turut merasakan dampaknya.

Banjir di Bakan, memang parah, demikian Ahadin. Banjir menggenangi rumah-rumah warga. Aktivitas pun terganggu. Air bahkan menggenangi hingga persawahan warga.

"Padi warga terancam gagal panen jika banjir. Dampak banjir di bakan memang sangat meresahkan kami," ujar Anggota Komisi I ini, Jumat (13/10/2017).

Ahadin mengingat, tahun-tahun sebelumnya banjir tak separah dan sesering ini. Banjir parah dimulai pada tahun 2006 lalu. Ahadin menyebut sejak adanya aktivitas perusahaan tambang di Bakan.

"Dulu nanti hujan deras sekali baru banjir. Sekarang, hujan sedikit saja sudah banjir. Seingat saya itu sejak tahun 2006 lalu. Dulu kami tak terdampak banjir separah yang sekarang," ujarnya.

Beralih dari Bakan, hal yang sama juga terjadi di Dumoga. Indra, warga Siniyung mengatakan dulu kalau hujan lama dan deras baru banjir hingga ke jalan raya. Namun belakangan ini, rupanya sudah sangat sering banjir.

"Saya ingat dulu kalau hanya hujan deras sekali dan lama. Tapi sekarang. Hujan sedikit saja air sungai meluap. Bahkan bisa hingga ke jalan raya. Padahal dulu tidak seperti ini," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow menyadari intensitas bencana di Bolmong yang semakin meningkat. BPBD Bolmong pun tampak sering bekerja keras saat bencana, baik banjir dan tanah longsor.

Tahun 2018 mendatang, Pemkab Bolmong akan menaikkan dana penanggulangan dan pencegahan bencana di Bolmong. "Tahun depan anggaran untuk bencana rencananya akan naik. Melihat kondisi sekarang di mana sering terjadi bencana," ujar Sekretaris Daerah Bolmong, Tahlis Gallang. 

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help