TribunManado/

Penggugat Perpu Ormas Mendapat Ceramah Dengan Nada Tinggi Dari Ketua MK

Dengan nada yang meninggi, Arief meminta Khozidudin menjelaskan maksud pernyataan khozidudin terkait ucapannya

Penggugat Perpu Ormas Mendapat Ceramah Dengan Nada Tinggi Dari Ketua MK
ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat (tengah) didampingi Hakim MK memimpin sidang dengan agenda pembacaan putusan di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (10/10). Dalam sidang tersebut Mahkamah Konstitusi memutus lima perkara yakni Pengujian UU tentang Narkotika, pengujian UU No.8 Tahun 1981 Pasal 83 ayat (1) dan Pasal 197 ayat (1) tentang Hukum Acara Pidana, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, dan pengujian Pasal 255 ayat (1) dan ayat (2) UU No.17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/kye/17 

Menurut Arief, pernyataan Khozidudin semacam pengandaian. Arief mengingatkan agar pendapat itu sedianya disampaikan secara baik dengan tidak berupa dugaan yang dapat berdampak pada citra MK.

"Loh, loh, jangan. Jangan berandai-andai saudara. Ini sidangnya tidak berandai-andai loh ya. Jangan membangun image bahwa kami tidak memperlakukan secara adil seluruhnya. Jika itu, namanya Anda berandai-andai dan Anda prejudice (berprasangka)," tegas Arief kepada Khozidudin.

Menanggapi Arief, Khozidudin pun kembali menyinggung soal Eggi Sudjana.

"Yang menjadi persoalan adalah itu di luar kemudian, kami mendapat perlakuan yang tidak adil. Misalkan Eggi Sudjana, saya pikir perlu imbauan umum dari yang mulia karena segala hal yang berkaitan dengan proses ini mendapat jaminan hukum sehingga pihak-pihak lain yang akan dihadirkan dalam proses ini merasa aman dan nyaman," kata Khozidudin.

"Loh iya, ini selama ini, ini saudara-saudara semua, Pemerintah, pihak terkait merasa aman apa tidak?" kata Arief menanggapi Khozidudin seraya bertanya pada para pihak yang hadir selain para Pemohon.

"Aman," kata mereka menjawab Arief.

Arief kemudian melanjutkan pertanyaan kepada para pengunjung sidang yang duduk di jajaran bangku belakang para pihak terkait.

"Para penonton yang dibelakang, aman tidak?" tanya Arief.

"Aman," jawab para pengunjung sidang, serentak.

"Gimana Saudara bisa prejudice kayak gitu?," lanjut Arief kepada Khozidudin.

Halaman
1234
Editor: Try Sutrisno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help