TribunManado/

Jemaat Diharapkan Tak Pilih Pemabuk, Pdt Joppy: Jangan ada Politik Uang

Sehari lagi, seluruh anggota sidi jemaat GMIM akan memilih pelayan khusus (pelsus) pada Jumat (13/10/2017).

Jemaat Diharapkan Tak Pilih Pemabuk, Pdt Joppy: Jangan ada Politik Uang
TRIBUNMANADO/WARSTEF ABISADA
Pendeta Joppy Lengkong, Ketua Jemaat GMIM Lahai Roi Malalayang menujukkan surat suara pemilihan pelsus 

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sehari lagi, seluruh anggota sidi jemaat GMIM akan memilih pelayan khusus (pelsus) pada Jumat (13/10/2017).

Persiapan sudah dirampungkan, mulai dari menyiapkan lokasi pemilihan di rumah warga, menyebarkan undangan, hingga menyiapkan surat suara yang akan digunakan memilih penatua dan syamas periode 2018-2022.

‘’Surat suara untuk pemilihan pelsus di Jemaat GMIM Lahai Roi Malalayang sudah disiapkan oleh masing-masing kolom. Kini tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja, sebab seluruh sidi jemaat sudah siap untuk memilih pelsus berdasarkan tuntunan Roh Kudus,’’ kata Pdt Joppy Lontoh, Ketua Jemaat GMIM Lahai Roi Malalayang, Rabu (11/10/2017).

Pdt Joppy berharap, dalam pemilihan pelsus, tak ada sidi jemaat yang melakukan upaya-upaya untuk menarik dukungan memilih dengan cara yang tidak pantas, seperti politik uang, hingga membagikan sembako, sebab dapat merusak tatanan pelayanan di GMIM.

‘’Tidak baik dalam pelayanan GMIM jika saat pemilihan pelsus, ada yang memberi sembako hanya untuk menarik sidi jemaat agar memilih seseorang untuk menjadi penatua atau syamas,’’ jelasnya.

Dalam memilih pelayan, seluruh sidi jemaat harus mengacu dari petunjuk pelaksanaan (juklak) pemilihan yang telah disosialisasikan.

Misalnya, untuk menjadi pelsus seorang sidi jemaat itu bukanlah pemabuk atau penjudi.

‘’Jadi, untuk menjadi pelsus itu harus ada pertobatan, tak boleh seorang penjudi atau pemabuk yang dipilih. Sebab, pelsus itu harus menjadi teladan bagi jemaatnya,’’ ujarnya.

Untuk bisa melakukan pemilihan pelsus di masing-masing kolom, sidi jemaat harus quorum atau jumlahnya mencapai stengah tambah 1.

Misalnya, jika satu kolom ada 50 sidi jemaat, maka pemilihan bisa dilakukan jika sudah ada 26 jemaat yang hadir.

‘’Jadi yang terpilih nanti harus memiliki suara stenga tambah satu dari jumlah sidi jemaat yang hadir,’’ tegas Pdt Joppy.

Pelsus yang terpilih oleh panitia akan ditanya kesediannya dan dibuat berita acara agar dapat diteguhkan dalam periode pelayanan yang baru.

‘’Jika tak bersedia, maka pemilihan dilakukan lagi hingga terpilih pelsus yang siap melayani dengan kesungguhan hati,’’ tukasnya didampingi Wakil Ketua Jemaat Pnt Yulius Manginsihi dan Sekretaris Jemaat Pnt Drs Jemmy Dapamanis. 

Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help