TribunManado/

Kisah Cinta WN Filipina dengan Gadis Bitung, Keduanya Tak Bisa Menikah

CINTA saja tak cukup menyatukan, Raul dan Lia. Keduanya tak bisa merajut mahligai rumah tangga gara‑gara terhalang status kewarganegaraan.

Kisah Cinta WN Filipina dengan Gadis Bitung, Keduanya Tak Bisa Menikah
shutterstock
Ilustrasi

 

CINTA saja tak cukup menyatukan, Raul dan Lia. Keduanya tak bisa merajut mahligai rumah tangga gara‑gara terhalang status kewarganegaraan.

Lia adalah WNI namun Raul tidak memiliki kewarganegaan (stateless). Raul yang berasal dari Filipina tidak mengantongi kewarganegaan Filipina maupun Indonesia.

Raul dan Lia harus puas bertemu di waktu‑waktu tertentu."Kami ketemu kalau saya pulang melaut, bisa seminggu sekali atau sebulan dua kali, dia biasa datang ke rumah saya di pinggir pantai Manembo‑Nembo Atas," kata dia.

Raul sudah delapan tahun bermukim di Bitung. Ia bekerja sebagai nelayan. Di tahun keenam di Bitung, dia menemukan cintanya."Saya ketemu dengan dia di pesisir pantai,  saya langsung katakan cinta, iseng‑iseng e dia setuju," kata dia.

Namun bukan perkara mudah bagi Raul untuk mewujudkan cintanya. Penolakan datang dari keluarga Lia."Saya coba yakinkan mereka, bawa ikan dan bersikap ramah, lama‑lama mereka ikhlas," ujar dia.

Hambatan kini bagi pernikahan keduanya adalah status kewarganegaraan Raul. Tak ada institusi pemerintah maupun agama yang bakal memproses pernikahan keduanya. Jalan satu satunya adalah Raul menjadi WNI. Sebuah proses yang tak mudah.

"Saya sangat berharap jadi WNI, tiap bulan saya datang ke Imigrasi untuk didata, mudah-mudahan, supaya saya bisa menikah," ujar dia. Nasib yang sama dialami Pasangan Lot‑Lot dan Selvi.

Keduanya tak bisa menikah meski sudah hidup bersama selama bertahun tahun lamanya.

Eppha Metia, Pendeta Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia Jemaat Filadelfia Madidir mengatakan, Lot Lot dan Selvi sudah beberapa kali meminta dinikahkan. "Namun kami tak bisa nikahkan mereka, karena masalah kewarganegaraan Lot Lot yang tidak jelas," kata dia.

Namun Metia tetap menerima keduanya beribadah di gerejanya. Sebut dia, keduanya rajin ke gereja dan saat ibadah selalu meneteskan air mata.

"Mereka adalah anak manusia yang terjebak dalam hukum dunia,

kita harus tunjukkan kasih kita pada sesama manusia, seperti Kristus," ujar dia.

Dikatakan Metia, banyak pasangan mirip Lot Lot dan Selvi di gerejanya yang minta menikah."Mereka datang sambil menangis, saya kasihan namun tidak bisa mengabulkan permintaan mereka, saya hanya bisa berdoa pada mereka, mudah mudahan doa mereka agar jadi WNI dikabulkan," ujar dia.(art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help